KALTIMPOST.ID, PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) berkomitmen dalam membangun budaya kerja yang aman dan tanggap di situasi darurat. Melalui lokakarya basic life support atau Bantuan Hidup Dasar (BHS), SPJM meningkatkan keterampilan pegawainya siap siaga ketika ada musibah di wilayah kerja mereka.
Pelatihan itu digelar di lima daerah yang masuk wilayah operasional subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero); Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, Palembang, serta Dumai. Dalam lokakarya itu para pegawai SPJM mendapat pelatihan teknis seperti mengenali situasi darurat, melakukan Resusitasi Jantung Paru, hingga penggunaan Automated External Defibrillator.
SPJM menggandeng RS PHC Surabaya sebagai narasumber dan fasilitator pelatihan materi-materi tersebut. SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, mengatakan pelatihan ini merupakan program tahunan yang diinisiasi tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan bersama SDM SPJM.
“Yang terlibat, dari pimpinan unit, personel operasional, pandu, tenaga kebersihan, sampai petugas keamanan,” katanya, Jumat, 31 Oktober 2025. Keterampilan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi penting lantaran operasional di pelabuhan berintensitas tinggi dan punya risiko besar.
Karena itu, membekali seluruh pegawai SPJM dengan keterampilan pertolongan pertama serta kerja sama tim mengatasi situasi kritis menjadi salah satu prioritas. “Kami juga ingin keterampilan tanggap darurat menjadi budaya kerja di SPJM,” lanjutnya.
Ke depan, pelatihan BHS ini akan digelar secara berkelanjutan dan bertahap di seluruh wilayah operasional SPJM. Sehingga tercipta budaya dan lingkungan kerja yang aman, responsif dan profesional di setiap pelayanan ke masyarakat. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki