KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Bank Syariah Indonesia (BSI) terus menunjukkan kinerja positif dan memperluas perannya dalam mendorong ekosistem keuangan syariah di Tanah Air.
Hingga Maret 2025, BSI mencatatkan laba mencapai Rp 1,8 triliun, didukung oleh perluasan jaringan layanan, digitalisasi produk, serta komitmen kuat terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Dikatakan Branch Manager BSI KCP Balikpapan Sepinggan Ika Fitriawanti, BSI berupaya menghadirkan layanan keuangan yang inklusif dan sesuai prinsip syariah untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Melalui berbagai inovasi digital dan perluasan jaringan, kami ingin memastikan layanan keuangan syariah dapat diakses dengan mudah, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tuturnya.
Secara nasional, BSI kini telah memiliki 1.130 outlet yang tersebar di 34 provinsi, termasuk 23 outlet prioritas untuk nasabah khusus. Selain itu, terdapat 5.550 unit ATM serta 125.000 agen BSI yang menjangkau hingga wilayah terpencil, termasuk di Kalimantan Timur.
Menurut Ika, kehadiran jaringan ini memperkuat posisi BSI sebagai lembaga keuangan syariah terbesar di Indonesia. Dalam hal layanan digital, BSI menghadirkan dua platform unggulan, BYOND, aplikasi mobile banking yang memungkinkan nasabah melakukan berbagai transaksi hanya melalui ponsel.
SertaBEWIZE, sistem manajemen kas berbasis internet banking yang membantu perusahaan mengatur transaksi harian secara efisien.
“Digitalisasi menjadi kunci utama kami dalam memperkuat hubungan dengan nasabah sekaligus meningkatkan efisiensi,” tambah Ika.
Selain fokus bisnis, BSI juga menaruh perhatian besar pada aspek sosial dan lingkungan. Bank ini tercatat sebagai penyalur zakat terbesar di Indonesia, dengan total penyaluran mencapai Rp 872 miliar sepanjang 2021–2024.
Hanya pada tahun 2024 saja, zakat yang disalurkan mencapai Rp 298 miliar, disalurkan untuk program pemberdayaan masyarakat dan ekonomi mikro.
Ika menegaskan bahwa semangat BSI bukan hanya tentang profitabilitas, tetapi juga keberkahan dan keberlanjutan. “Prinsip kami adalah tumbuh bersama masyarakat. Keuangan syariah bukan sekadar produk, tetapi juga sarana untuk menciptakan kesejahteraan yang berkeadilan,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo