Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Petani Waswas, Harga Sawit di Kaltim Kembali Turun, Ini Penyebabnya

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 4 November 2025 | 16:15 WIB
MULAI TURUN: Setelah beberapa periode catatkan kenaikan, harga TBS di Kaltim mulai turun pada periode 16-31 Oktober 2025.
MULAI TURUN: Setelah beberapa periode catatkan kenaikan, harga TBS di Kaltim mulai turun pada periode 16-31 Oktober 2025.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Setelah sempat naik selama beberapa periode sebelumnya, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur tunjukkan tren negatif pada periode 16-31 Oktober 2025.

Penurunan terjadi seiring turunnya harga crude palm oil (CPO) dan inti sawit (kernel) di hampir seluruh perusahaan sumber data acuan penetapan harga.

“Penurunan ini tentu berdampak pada harga TBS yang diterima petani sawit di Kaltim,” ujar Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ahmad Muzakkir.

Untuk periode 16-31 Oktober 2025, harga rata-rata tertimbang CPO ditetapkan sebesar Rp14.313,01 per kilogram, sementara kernel berada di angka Rp12.942,94 per kilogram, dengan indeks K 89,06 persen.

Sementara pada periode sebelumnya, 1-15 Oktober 2025, harga rata-rata tertimbang CPO tercatat Rp14.336,38 per kilogram, dan kernel di angka Rp12.937,69 per kilogram, dengan indeks K yang sama 89,06 persen.

Angka tersebut sempat melanjutkan tren kenaikan dari periode 16-30 September 2025, ketika harga CPO berada di Rp14.248,91 per kilogram dan kernel Rp12.453,08 per kilogram.

Adapun rincian harga TBS sawit di Kaltim untuk periode 16-31 Oktober 2025 ditetapkan yakni umur 3 tahun Rp2.961,63 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.156,10, umur 5 tahun Rp3.177,22, umur 6 tahun Rp3.211,93, umur 7 tahun Rp3.231,72, umur 8 tahun Rp3.255,69, umur 9 tahun Rp3.325,91, dan umur 10 tahun Rp3.364,82 per kilogram.

Menurut Muzakkir, daftar harga TBS tersebut merupakan standar bagi petani yang telah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit di Kaltim, khususnya kebun plasma. Dia menambahkan, kerja sama kelompok tani dengan pabrik minyak sawit diharapkan membuat harga TBS petani sesuai harga normal dan tidak dipermainkan tengkulak.

“Sehingga kesejahteraan kelompok tani kelapa sawit melalui kerja sama ini hendaknya dapat terwujud,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#harga #kelapa sawit #tandan buah segar #kaltim #penurunan #kalimantan timur