KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Tak hanya fokus pada pembiayaan ke sektor pertambangan, BCA juga memperluas dukungannya ke industri nonmigas yang memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan. Komitmen ini disampaikan jajaran manajemen BCA saat berkunjung ke Kaltim Post, Selasa (4/11).
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat lantai 3 ini menjadi ajang diskusi terbuka seputar strategi BCA dalam merespons dinamika ekonomi di Kaltim, khususnya Balikpapan. Serta arah pengembangan layanan digital dan dukungan terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kunjungan tersebut dipimpin Kepala Pengembangan Bisnis Cabang BCA Balikpapan Ade Abdul Razak. Dia didampingi Aderiana Felle, selaku Customer Relationship Manager.
Ade menjelaskan, kondisi ekonomi Balikpapan tahun ini cukup dinamis, dengan sektor pertambangan yang mengalami perlambatan, namun diimbangi pertumbuhan di sektor nonmigas seperti kelapa sawit dan perdagangan.
“Kalau untuk industri pertambangan sejauh ini belum ada yang terlalu signifikan perkembangannya. Dalam satu tahun terakhir memang terjadi penurunan. Namun, didukung lagi dengan sektor lain seperti sawit yang pertumbuhannya cukup bagus. Nah, itu yang akan kita support juga,” ungkap Ade.
Ia menambahkan, BCA berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada pembiayaan di sektor tambang, tetapi juga memperluas dukungan ke industri nonmigas yang memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan. “Jadi tidak semata-mata di pertambangan saja, tapi industri yang nonmigas pun akan jadi perhatian kami,” katanya.
Selain sektor kelapa sawit, Ade juga menyoroti bahwa perdagangan di Balikpapan tetap menjadi penggerak penting ekonomi daerah. Aktivitas jual-beli, konsumsi rumah tangga dan pergerakan logistik yang cukup kuat membantu menjaga stabilitas ekonomi kota minyak ini di tengah fluktuasi harga komoditas global.
“Kalau di Balikpapan, sektor perdagangannya cukup kuat, sehingga itu turut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya. Meski diakui terjadi penurunan pada sektor pembiayaan kendaraan dibandingkan tahun sebelumnya, BCA tetap aktif mendorong sektor ini melalui penawaran suku bunga dan program insentif menarik.
Namun, prinsip kehati-hatian (prudential banking) tetap menjadi landasan utama dalam setiap keputusan pembiayaan. “Dana yang kami kelola ini adalah dana masyarakat, sehingga harus dijaga kualitas dan keamanan penyalurannya. Karena itu, setiap pembiayaan yang kami lakukan melalui proses analisis yang ketat,” tegas Ade.
Di sisi lain, BCA Balikpapan juga terus memperkuat infrastruktur layanan fisik dan digital secara bersamaan. Penambahan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai, terutama di wilayah-wilayah dengan akses perbankan terbatas.
“Strategi untuk penambahan ATM tetap dilakukan, karena itu masih dibutuhkan oleh masyarakat. Di saat yang sama, kami juga terus mengembangkan kanal-kanal digital untuk transaksi yang lebih mudah, aman dan efisien,” terang Ade.
Digitalisasi menjadi fokus utama BCA dalam beberapa tahun terakhir, termasuk melalui layanan myBCA dan BCA Mobile yang kini semakin kaya fitur dan ramah pengguna. Transformasi digital ini tidak hanya mendorong efisiensi operasional, tetapi juga memperluas jangkauan layanan hingga ke pelaku UMKM dan masyarakat di daerah.
Ade juga menyinggung proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang turut memberi efek domino terhadap aktivitas ekonomi di Balikpapan. Meski proyek besar itu membuka peluang investasi dan tenaga kerja, di sisi lain juga memicu penyesuaian di berbagai sektor, termasuk industri jasa dan pertambangan.
“Kalau kita lihat, industri-industri di Balikpapan saat ini belum terlihat pertumbuhan yang menonjol. Mungkin karena terdampak juga proyek IKN (Ibu Kota Nusantara) kemarin. Kondisi pertambangan juga agak slowdown,” ungkap Ade.
Meski demikian, ia optimistis bahwa dengan fundamental ekonomi yang kuat, sektor-sektor nonmigas seperti perdagangan, perkebunan, dan jasa keuangan masih memiliki peluang tumbuh positif pada tahun mendatang.
Dengan pendekatan yang hati-hati namun proaktif, BCA Balikpapan berharap dapat terus menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha dan masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah perubahan ekonomi nasional dan global. “BCA akan terus hadir dan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat, baik melalui layanan digital maupun dukungan pembiayaan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo