KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat UMKM Kalimantan Timur agar naik kelas dan berdaya saing global. Kepala Kantor Perwakilan (KPw BI) Kaltim, Budi Widihartanto mengatakan, kegiatan Kaltim Paradise of The East x Summer Fest 2025 menjadi wadah sinergi antara inovasi, edukasi, dan ekonomi berkelanjutan.
“Resolusi yang disiarkan merupakan wujud kontribusi dalam memperkenalkan berbagai inovasi dan solusi kreatif, serta meningkatkan kapasitas daya saing UMKM daerah,” ujarnya, Rabu (5/11) di Samarinda Convention Hall.
Budi menambahkan, kegiatan itu selaras dengan visi pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen. “Tentunya target ini tidak mudah, tapi dapat dicapai apabila kita sama-sama saling bergotong royong, berinovasi, dan bersinergi,” imbuhnya.
Dukungan juga datang dari Deputi Gubernur BI Ricky P Gozali. Dia menegaskan, pertumbuhan ekonomi akan lebih bermakna bila dirasakan masyarakat melalui UMKM yang kuat dan berdaya saing. “Kami sangat mengapresiasi 89 UMKM di Kaltim yang telah menembus pasar ekspor dengan nilai lebih dari Rp30 miliar sejak 2021 sampai 2025,” jelasnya.
Menurutnya, rata-rata omzet UMKM tersebut meningkat 50 hingga 500 persen. BI lanjut Ricky, juga mendorong pembiayaan sektor prioritas melalui perbankan. “Pada September 2025, pembiayaan sektor prioritas di Kaltim telah mencapai lebih dari Rp100 miliar, termasuk Rp26,61 miliar untuk UMKM,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyebut UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. “Dalam Kaltim Expo 2025, tercatat lebih dari 430 ribu unit usaha aktif di seluruh Bumi Etam. Produk-produk unggulan daerah bahkan mulai menembus pasar Asia Timur,” katanya.
Rudy berharap kolaborasi antara BI, pemerintah, dan pelaku usaha terus berlanjut agar UMKM Kaltim tak hanya mampu bertahan, tapi juga naik kelas hingga menjadi bagian rantai pasok nasional dan internasional. “Kita ingin agar UMKM kita tidak hanya menjual, tapi juga mampu bersaing dengan standar mutu dan branding yang membanggakan,” tutupnya. (*)
Editor : Ismet Rifani