KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Rupiah bukan sekadar alat tukar, tetapi simbol kebanggaan dan identitas bangsa. Pesan itu ditegaskan Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P Gozali saat membuka Kaltim Paradise of The East x Summer Fest 2025 di Samarinda Convention Hall, Senin (5/11).
“Ketika UMKM dan ekonomi bergerak, ada satu hal yang tidak boleh kita lupakan, yaitu kepercayaan masyarakat terhadap uang yang mereka gunakan. Roda ekonomi hanya berputar ketika masyarakat percaya pada alat ukurnya, yaitu rupiah,” ujarnya.
Ricky menjelaskan, BI terus menguatkan gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah melalui berbagai program. Di antaranya ekspedisi Rupiah Berdaulat yang menjangkau pulau-pulau 3T seperti Sebatik, Bunyu, dan Maratua. “Merawat rupiah bukan hanya tugas Bank Indonesia, tetapi tugas cinta seluruh anak bangsa,” tegasnya.
Senada, Kepala Kantor Perwakilan (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto menuturkan kegiatan Summer Fest (Sekolah Unggul Membangun Makna Edukasi Rupiah) menjadi sarana edukasi yang interaktif agar masyarakat memahami nilai rupiah dan peran sistem pembayaran dalam kehidupan sehari-hari. “Kegiatan ini merupakan bentuk ajakan untuk bersinergi dan berinovasi demi mewujudkan ekonomi yang kuat, inklusif, dan ramah lingkungan di Kaltim,” jelasnya.
Dukungan terhadap literasi keuangan juga diwujudkan dalam penyusunan Buku Ajar Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah yang disebarkan ke 457 SMA/SMK di seluruh Kaltim, mencakup 169.288 pelajar.
Selain itu, terdapat pameran 112 UMKM unggulan yang memamerkan produk kreatif daerah, serta seminar dan talkshow bertema pariwisata, budaya, dan ekonomi hijau.
Turut hadir membuka acara, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menilai semangat cinta rupiah sangat penting di era digital dan globalisasi yang cepat. “Cinta rupiah berarti menghargai hasil karya bangsa sendiri. Bangga rupiah berarti menjaga stabilitas ekonomi nasional dengan menggunakan produk dan mata uang kita sendiri,” ungkapnya.
Dia juga mendorong masyarakat Kaltim untuk mendukung gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia. “Mari kita cinta produk lokal, beli karya anak bangsa, dan jelajahi keindahan alam Kaltim,” serunya. (*)
Editor : Ismet Rifani