KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Di tengah persaingan ketat industri perhotelan Balikpapan yang belum sepenuhnya pulih, Hotel Grand Tjokro Balikpapan memilih strategi adaptif untuk menjaga kinerja bisnisnya.
Bukan hanya mengandalkan tamu korporat, hotel berbintang empat di kawasan Marsma R Iswahyudi ini kini lebih aktif memanfaatkan platform daring untuk menarik tamu individu.
Menurut Marketing Communication Grand Tjokro Balikpapan Meitin Regina, perubahan perilaku konsumen menjadi faktor penting dalam strategi pemasaran hotel saat ini. Ia menyebut, sebagian besar tamu kini memesan kamar melalui online travel agent (OTA) seperti Traveloka dan Agoda.
“Perilaku tamu sekarang sudah banyak berubah. Mereka lebih nyaman memesan lewat platform online karena lebih praktis dan sering ada promo. Jadi memang dominannya tamu individu dari OTA,” jelas Meitin.
Meski begitu, ia mengakui tingkat hunian hotel masih bersifat fluktuatif sepanjang tahun 2025. Okupansi berada di kisaran 60 hingga 70 persen pada periode Januari hingga Oktober, tergantung momentum kegiatan kota maupun acara korporasi.
Menurutnya, kegiatan berskala besar seperti event pemerintahan, konferensi bisnis, maupun festival daerah menjadi faktor penentu peningkatan okupansi.
“Kalau ada event besar di Balikpapan, okupansi bisa langsung melonjak. Tapi kalau tidak ada kegiatan besar, biasanya menurun,” tuturnya.
Meitin menambahkan, kondisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya, ketika peningkatan aktivitas proyek dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memberi dampak positif terhadap kebutuhan penginapan di Balikpapan. Kini, pergerakan tamu lebih bergantung pada kalender kegiatan kota dan kebijakan instansi terkait perjalanan dinas.
Selain memperkuat pemasaran digital, pihak hotel juga terus menjaga hubungan dengan segmen korporat dan instansi pemerintah yang masih membutuhkan layanan akomodasi. “Kebutuhan dari pemerintahan dan perusahaan masih ada, tapi tetap tergantung kebijakan dan surat edaran masing-masing instansi,” ujarnya.
Hotel Grand Tjokro Balikpapan sendiri memiliki 61 kamar dengan berbagai tipe, mulai dari Superior Room, Deluxe Room, Family Room, hingga Executive dan Suite Room. Pihak hotel berupaya memberikan pengalaman menginap yang nyaman, terutama bagi tamu yang datang untuk perjalanan bisnis atau menghadiri acara di Balikpapan.
Meitin mengungkapkan, pihaknya terus beradaptasi dengan kondisi pasar. Fokus mereka kini tidak hanya menjaga tingkat hunian, tetapi juga memperluas jangkauan tamu lewat inovasi layanan dan promosi digital. “Kami terus menyesuaikan strategi. Intinya, bagaimana tetap menarik bagi tamu di tengah dinamika pasar yang cepat berubah,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo