Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dari Satu Pasien Kucing, Kini Antasari Pet Clinic Punya Empat Cabang

Raden Roro Mira Budi Asih • Sabtu, 8 November 2025 | 18:42 WIB
ILMU: Bagi drh Intan, semua pasien adalah ilmu. Datang dengan kasus berbeda, serta membuatnya selalu terus belajar.
ILMU: Bagi drh Intan, semua pasien adalah ilmu. Datang dengan kasus berbeda, serta membuatnya selalu terus belajar.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Tak banyak yang tahu, kisah besar Antasari Pet Clinic berawal dari satu pasien kucing dengan kondisi memprihatinkan. Pada 2018 lalu, saat baru sebulan klinik itu didirikan drh Intan Purwa Dewantari seorang pria datang membawa kucing dengan kondisi bola mata keluar dan rahang patah.

Kala itu, belum banyak klinik hewan di Samarinda. Yang menemukan kucing itu, seorang satpam bernama Juven, datang dengan niat menolong. “Dia satpam, tapi kepeduliannya luar biasa,” kata Intan. Saat itu, peralatan di klinik masih sangat terbatas, bahkan nyaris tanpa asisten. Semua dilakukan sendiri.

Meski begitu, tindakan operasi tetap dilakukan untuk menyelamatkan kucing malang tersebut. “Hari ini operasi, besoknya sudah ada respons makan. Alhamdulillah sembuh,” ujarnya lega.

Keajaiban kecil itu menjadi awal perubahan besar. Foto sebelum dan sesudah operasi yang dibagikan di media sosial sontak viral dan membuat banyak orang mengenal Antasari Pet Clinic.

Sejak saat itu, klinik di kawasan Jalan Antasari, Samarinda, mulai semakin dikenal. Bahkan jadi tujuan utama bagi mereka yang menemukan hewan terlantar yang terluka. “Banyak yang simpati, akhirnya banyak juga yang terinspirasi buat rescue,” ungkap Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kaltim 1 itu.

Dari hanya satu ruangan kecil, Antasari Pet Clinic berkembang cepat. “Pertama buka di sini. Kecil banget dulu tempatnya. Alhamdulillah sudah semakin luas. Kemudian 2020 di Loa Bakung, terus 2021 di Sempaja, dan 2022 di Bung Tomo,” jelasnya saat ditemui di klinik pertamanya, Jalan Antasari Samarinda.

Kerja sama pun dibangun bersama APB Petshop. “Mereka sediakan tempat dan kebutuhan hewan seperti pakan dan kandang, sementara kami yang tangani untuk grooming dan kesehatan hewan,” lanjutnya. Dengan kolaborasi itu, klinik semakin dikenal luas di Samarinda.

Kini, Antasari Pet Clinic memiliki tujuh dokter dan 12 paramedis. Kasus yang datang pun beragam, mulai dari flu, luka, hingga tumor dan kanker. “Kasus yang menyerang bagian pernapasan itu sekarang paling banyak. Lalu kasus kencing batu, karena pakan yang enggak sesuai,” kata Intan.

Kini, klinik yang dulu kecil itu telah memiliki peralatan modern, mulai alat USG hingga cek darah. “Saya itu pengin punya rumah sakit hewan Samarinda, jadi bisa lebih maksimal lagi pelayananya,” harapnya.

Dengan ketulusan yang sama seperti saat menangani pasien pertamanya, Intan terus melangkah. “Saya yakin Allah enggak tidur. Selama kita tulus, pasti dibukakan jalan. Kayak klinik ini, yang awalnya ragu ternyata sudah tumbuh seperti sekarang,” ucapnya menutup pembicaraan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#dokter #Antasari Pet Clinic #hewan #kisah sukses #kucing