Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Industri Non-Tambang Tancap Gas, Ekonomi Kaltim Tumbuh 4,35 Persen hingga Triwulan III

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 9 November 2025 | 12:24 WIB
KUMULATIF: Secara kumulatif, industri pengolahan jadi salah satu sektor yang menyokong pertumbuhan ekonomi Kaltim hingga triwulan III 2025.
KUMULATIF: Secara kumulatif, industri pengolahan jadi salah satu sektor yang menyokong pertumbuhan ekonomi Kaltim hingga triwulan III 2025.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Ketergantungan Kalimantan Timur pada sektor tambang mulai bergeser. Di tengah melandainya kinerja pertambangan, justru industri pengolahan, akomodasi, dan jasa, melaju kencang menjadi penyokong ekonomi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Kaltim tumbuh 4,35 persen secara kumulatif dari Triwulan I hingga III 2025 dibanding periode yang sama tahun lalu (kumulatif atau c-to-c).

Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana mengatakan, geliat sektor non-tambang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di 2025.

“Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya kinerja ekonomi di sebagian besar lapangan usaha, kecuali lapangan usaha pertambangan dan penggalian serta lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi,” jelasnya.

Tiga sektor mencatat laju tertinggi. Industri pengolahan tumbuh 12,48 persen, disusul penyediaan akomodasi dan makan minum 11,98 persen, serta jasa lainnya 11,67 persen. Sementara itu, dua sektor mengalami kontraksi yakni pertambangan dan penggalian minus 0,32 persen, dan jasa keuangan dan asuransi minus 0,31 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Kaltim masih ditopang kuat ekspor barang dan jasa yang naik 6,25 persen. "Selain itu, pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) juga meningkat 4,82 persen, mencerminkan daya beli masyarakat yang tetap terjaga di tengah perlambatan global," terangnya.

Komponen lembaga non profit rumah tangga (PK-LNPRT) dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) juga tumbuh positif masing-masing 2,33 persen dan 2,27 persen. Hanya pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-Pemerintah) yang mengalami kontraksi cukup tajam sebesar minus 5,77 persen.

“Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-Pemerintah) adalah satu-satunya yang mengalami kontraksi yaitu sebesar 5,77 persen,” kata Yusniar.

Kinerja positif di sektor industri dan ekspor dinilai menjadi sinyal baik bagi transformasi ekonomi Kaltim menuju struktur yang lebih beragam, tak lagi bertumpu pada hasil tambang semata. (*)

Editor : Dwi Restu A
#tumbuh #kaltim #Jasa #non tambang #industri