KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Struktur impor Kalimantan Timur pada September 2025 menunjukkan pergerakan yang menarik. Di saat kebutuhan bahan baku dan barang modal meningkat, justru impor barang konsumsi anjlok tajam.
Peningkatan terbesar terjadi pada golongan barang bahan baku atau penolong. “Pada September 2025, golongan barang bahan baku/penolong dan barang modal mengalami peningkatan, sedangkan golongan barang konsumsi mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Yusniar Juliana.
Secara lebih rinci, impor bahan baku/penolong naik 43,87 persen, diikuti barang modal yang meningkat 9,80 persen. Sebaliknya, impor barang konsumsi justru turun 38,18 persen dibandingkan Agustus 2025.
Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, peningkatan hanya terjadi pada bahan baku/penolong yang naik 3,86 persen. “Sebaliknya, golongan barang konsumsi dan barang modal mengalami penurunan masing-masing sebesar 55,84 persen dan 32,62 persen,” tambah Yusniar.
Dari sisi struktur, impor Kaltim sepanjang Januari hingga September 2025 masih didominasi golongan bahan baku/penolong yang mencapai USD3.214,12 juta atau 91,38 persen dari total impor. Sementara itu, barang modal berkontribusi USD297,67 juta (8,46 persen) dan barang konsumsi hanya USD5,52 juta (0,16 persen).
Total nilai impor Kaltim pada September 2025 tercatat USD438,38 juta, naik tipis 0,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan meningkat 41,21 persen dibanding Agustus 2025. (*)
Editor : Dwi Restu A