Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Perjalanan Royani Muksin Hadirkan Kelas Reiki, Access Bar, Facelift hingga Tarot

Nasya Rahaya • Minggu, 16 November 2025 | 15:22 WIB
MEDIA: Salah satu metode reiki yakni floating reiki atau aura clearing yang dilakukan di kolam renang.
MEDIA: Salah satu metode reiki yakni floating reiki atau aura clearing yang dilakukan di kolam renang.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Jika pagi sampai sore studio milik Royani Muksin jadi kelas pilates, malamnya ruangan jadi kelas reiki. Sebuah teknik penyembuhan energi asal Jepang yang dilakukan dengan menyalurkan energi positif melalui sentuhan lembut untuk membantu relaksasi dan keseimbangan tubuh.

“Saya mulai dari wellness dulu baru ke Pilates. Reiki dan meditasi sudah saya tekuni sejak 2020,” ujar perempuan yang akrab disapa Annie itu.

Dunia energi dan kesehatan mental bukan hal baru baginya. “Saya memang dekat dengan hal-hal holistik. Banyak pengalaman saya bersinggungan dengan mental health,” lanjutnya.

Selama sebelas tahun tinggal di Malaysia dan Amerika Serikat, Annie terbiasa dengan gaya hidup yang terbuka pada wellness dan healing.

“Di luar negeri, meditasi dan reiki itu hal biasa. Tapi di sini masih banyak yang menganggap tabu, hal-hal terkait meditasi sering disalahartikan sebagai hal mistis,” katanya. Karena itu, ia ingin memperkenalkan reiki di Samarinda.

Melalui Wellness with Annie, Annie membuka kelas penyembuhan energi setiap Jumat dan Minggu malam. Untuk sesi privat, tarifnya Rp 888 ribu per pertemuan, atau Rp 7,77 juta untuk paket 10 kali dengan potongan Rp 1 juta. “Kalau kelas grup, hanya Rp 100 ribu per orang. Saya ingin semua orang bisa ikut,” jelasnya.

Selain Reiki, ia juga mempraktikkan Access Bar dan Facelift Massage (teknik penyembuhan asal Amerika yang menggunakan metode sentuhan tangan untuk menyalurkan energi positif ke tubuh). “Tujuannya sama, membantu tubuh melepas energi yang tersumbat,” ujarnya.

Selain itu, Annie sempat dikenal sebagai pembaca tarot dengan klien internasional. “Klien saya banyak dari Timur Tengah. Awalnya dari teman, lalu menyebar dari mulut ke mulut,” kisahnya.

Namun dia mengakui bahwa kliennya sebagian besar bukan mencari ramalan, melainkan tempat bercerita. “Orang di sana tertutup. Kadang mereka hanya butuh didengar,” ungkapnya.

Kini, tarot hanya ia jalankan sebagai aktivitas sampingan. Fokus utamanya adalah pelatihan reiki. “Saya sempat kewalahan, jadi saya buka training supaya orang lain juga bisa menyalurkan energi untuk dirinya sendiri atau keluarganya,” ujarnya.

Meski begitu, sebagian besar muridnya masih berlatih untuk kebutuhan pribadi. “Mereka belum berani buka praktik karena takut di-judge,” tambahnya.

Lain cerita dengan Annie, tekadnya bulat untuk mengenalkan penyembuhan energi reiki, dia tak takut apapun. Keluarga bahkan mendukung. “Saya jalan karena merasa ini panggilan. Wellness itu bukan tren, tapi perjalanan menemukan diri,” tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Reiki #bisnis #jepang #energi #relaksasi #pusat kebugaran #samarinda #pilates