KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Upaya memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di Kalimantan Timur terus menunjukkan dampak nyata. Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota mendorong pembiayaan terjangkau agar masyarakat tidak lagi bergantung pada rentenir.
"Kalimantan Timur memiliki 1 TPAKD tingkat Provinsi dan 10 TPAKD tingkat Kabupaten/Kota," ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (OJK Kaltim-Kaltara) Parjiman.
Salah satu program unggulannya adalah KURKaltim.com. Hingga September 2025, platform itu telah memfasilitasi 695 debitur dengan total pengajuan Rp66,45 miliar.
Di daerah, upaya melawan praktik pembiayaan informal juga berjalan masif. TPAKD Kutai Kartanegara menginisiasi Kredit Kukar Idaman (KKI). "Berdasarkan program Kredit Kukar Idaman (KKI),mencatatkan realisasi plafon penyaluran senilai Rp37,82 miliar kepada 1.827 debitur," lanjut pria yang dipanggil Jimmy itu.
Para penerima manfaat berasal dari sektor pertanian, perikanan, pengolahan, perdagangan, hingga jasa. Program tersebut memperlihatkan bahwa akses pembiayaan formal kini makin dekat dengan pelaku usaha kecil.
Sementara itu, Samarinda menjalankan program Kredit Berusaha, Beruntung, Berkah (Bertuah). "Program Bertuah telah menyalurkan Rp12,66 miliar kepada 602 pelaku usaha produktif," ujarnya.
Jimmy menegaskan bahwa seluruh program TPAKD dirancang untuk mempercepat inklusi keuangan, terutama bagi sektor UMKM. Dukungan pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan dinilai penting untuk memastikan masyarakat memiliki pilihan pembiayaan yang aman, jelas, dan tidak memberatkan.
Dengan keberadaan KURKaltim.com dan berbagai skema Kredit Melawan Rentenir, perluasan akses pembiayaan di Kaltim diprediksi terus meningkat. Program tersebut menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM. (*)
Editor : Ismet Rifani