KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Astra Motor Kaltim 1 menggagas program “ESG Mission, Engaging for The Future” untuk memberi penguatan kompetensi siswa SMK. Mereka berusaha mempersiapkan tenaga kerja masa depan yang siap beradaptasi dengan industri otomotif yang semakin digital, efisien energi dan berorientasi lingkungan.
Inisiatif ini tidak hanya menjadi bagian dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG), tetapi juga strategi perusahaan dalam memastikan talenta muda Indonesia mampu mengejar perkembangan teknologi otomotif yang terus berubah, termasuk elektrifikasi dan sistem injeksi modern.
Technical Instructor Astra Motor Kaltim 1 Rusdianto mengungkapkan. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan penyegaran kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) di SMK 6 Penajam. Ia menegaskan bahwa pembaruan kompetensi menjadi kebutuhan mendesak agar lulusan tetap relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
“Agar sejalan dengan perkembangan teknologi dunia industri, kami hadir memberikan dukungan standar teknis dan pengujian dalam implementasi kurikulum TBSM. Ini merupakan wujud komitmen Astra Motor untuk memastikan kesiapan talenta muda dalam menghadapi tuntutan industri modern,” ujar Rusdianto, Senin (17/11).
Selama materi berlangsung, sebanyak 30 siswa kelas XI dibimbing untuk mampu menyelesaikan berbagai tugas sesuai standar PT Astra Honda Motor. Uji kompetensi mencakup sejumlah aspek penting teknisi otomotif masa depan, mulai dari sistem pengereman, CVT, karburator, suspensi, sistem pengisian baterai, hingga teknik diagnosis kerusakan pada sistem PGM-FI.
Astra Motor menilai kemampuan diagnosis dan pemahaman teknologi injeksi merupakan kompetensi inti bagi teknisi yang akan menghadapi era industri otomotif yang lebih bersih, canggih, dan efisien energi. Kebutuhan tenaga kerja yang mampu memahami prinsip keberlanjutan dan standar keselamatan disebut akan semakin meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Manager Technical Service Department Astra Motor Kaltim 1, Rangga Noviar, menegaskan pentingnya uji kompetensi keahlian dalam memperkuat pendidikan vokasi.
“Pelaksanaan uji kompetensi ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Kami berterima kasih atas kemitraan yang terjalin dan berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut untuk menyiapkan SDM unggul yang siap memasuki dunia kerja,” kata Rangga.
Ia menambahkan bahwa tantangan industri otomotif ke depan tidak hanya soal kemampuan memperbaiki komponen mekanis, tetapi juga pemahaman terhadap teknologi ramah lingkungan, sistem elektrik modern, serta tuntutan efisiensi energi yang semakin ketat.
"Melalui kegiatan ini, AHM dan Astra Motor Kaltim 1 tidak hanya memperkuat hubungan industri dengan dunia pendidikan, tetapi juga membantu mencetak generasi teknisi yang siap menghadapi transformasi besar di industri otomotif Indonesia, dari kendaraan konvensional menuju teknologi rendah emisi," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo