KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Minat masyarakat terhadap perbankan syariah terus meningkat. Terlihat dari kinerja dan pertumbuhan nasabah yang konsisten dari bank Syariah Indonesia (BSI) di Kalimantan. Saat ini mereka telah memiliki jumlah nasabah mencapai 2 juta orang.
“Kalau kita lihat perbankan syariah ini semakin tumbuh peminatnya. Masyarakat semakin percaya terhadap layanan syariah,” ucap Regional CEO BSI RO IX Kalimantan Sefudin Suria Hidayat, Selasa (18/11).
BSI saat ini memiliki 69 kantor di Kalimantan, tersebar di lima provinsi. Kehadiran kantor-kantor tersebut membuat BSI hadir di hampir seluruh kabupaten/kota di wilayah ini. Meski begitu, BSI masih membuka ruang untuk ekspansi lebih lanjut.
“Kemungkinan (ekspansi, Red) di tahun depan. Tahun ini kami harus masuk ke rencana bisnis. Tahun depan insya Allah kami akan mapping lagi daerah-daerah yang potensial dan memang masih membutuhkan layanan kita,” kata Sefudin.
Selain kantor cabang, BSI mengoperasikan sekitar 400 mesin ATM yang tersebar di berbagai titik strategis. Dukungan jaringan ini diperkuat dengan keberadaan sekitar 8.000 agen BSI yang berperan penting dalam menyediakan akses perbankan di wilayah yang jauh dari pusat kota.
Agen-agen ini memudahkan masyarakat melakukan beragam transaksi, mulai penarikan dan setoran uang, pembukaan tabungan, hingga layanan emas dan tabungan haji.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap terlayani, bahkan di daerah yang tidak terjangkau kantor cabang. Agen-agen BSI ini memungkinkan masyarakat melakukan transaksi seperti tarik tunai, setor uang, buka tabungan, hingga layanan emas,” jelasnya.
Tidak hanya itu, BSI juga menyiapkan inovasi berupa ATM emas yang saat ini masih dalam tahap piloting di Jakarta. Balikpapan akan menjadi salah satu kota terdekat yang dapat menikmati layanan tersebut.
“InsyaAllah Balikpapan bisa segera mendapatkan satu ATM Emas dalam waktu dekat. Ini bagian dari upaya kami memperluas layanan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat,” ujar Sefudin. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo