KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Di tengah situasi ekonomi nasional yang masih penuh tantangan, Bank Syariah Indonesia (BSI) Region 9 Kalimantan menunjukkan ketahanan bisnis sekaligus kontribusi terhadap pergerakan ekonomi lokal.
Melalui pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dan pembiayaan yang terus meningkat, BSI membukukan kinerja positif.
Baca Juga: Kronologi Enam Anak Tewas Setelah Terseret Arus di Kolam Km 8 Balikpapan
“Alhamdulillah kalau kita melihat perkembangan jumlah nasabah di Pulau Kalimantan ini, khususnya di Balikpapan, tumbuh konsisten.
Jumlah nasabah kami kurang lebih mencapai 2 juta,” ungkap Regional CEO BSI RO IX Kalimantan Sefudin Suria Hidayat. Dirinya berujar, bahwa jumlah nasabah menjadi bukti utama kepercayaan masyarakat terhadap BSI.
Kinerja bisnis BSI juga menunjukkan pertumbuhan dua digit, baik dari sisi DPK maupun pembiayaan. Pertumbuhan yang stabil ini terjadi di atas rata-rata industri perbankan nasional.
“Alhamdulillah pertumbuhan dana pihak ketiga juga konsisten tumbuh, pembiayaan juga tumbuh. Pertumbuhan ini bisa dilihat dari sisi kemanfaatan yang kami berikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sektor UMKM menjadi fokus utama BSI dalam mendorong perekonomian daerah. BSI tercatat telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) lebih dari 30 persen dari total pembiayaan, menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pemberdayaan pelaku usaha kecil.
“UMKM juga kami berkolaborasikan. Kami membantu mereka menjadi naik kelas, termasuk sektor menengah. Kinerja UMKM sekarang menunjukkan tren yang bagus,” jelas Sefudin.
Sefudin menilai kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan perbankan menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Di tengah kondisi perekonomian yang sempat stagnan, berbagai upaya bersama mulai menunjukkan hasil positif.
“Insya Allah melalui berbagai macam usaha, baik pemerintah, sektor swasta, maupun perbankan, sama-sama berkolaborasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi agar lebih baik,” katanya.
Baca Juga: BSI Makin Diminati Warga Kalimantan, Sudah Punya 2 Juta Nasabah dan 8.000 Agen
Selain pembiayaan usaha, BSI juga menawarkan sejumlah produk unggulan seperti layanan bullion. BSI menjadi satu-satunya bank yang memperoleh izin resmi untuk layanan bullion. “Itu kan kami ditunjuk oleh Bapak Prabowo sebagai satu-satunya perbankan yang mendapatkan izin untuk bulion,” ujarnya.
Untuk memperluas akses layanan, BSI didukung jaringan 69 kantor cabang dan sekitar 400 ATM di Kalimantan. Inovasi layanan seperti ATM Emas yang masih dalam tahap uji coba dan segera hadir di Balikpapan.
“Dengan pertumbuhan bisnis yang kuat, dukungan penuh terhadap UMKM, serta kesiapan menjalankan program pemerintah, BSI menunjukkan peran strategi dalam memperkuat ekonomi masyarakat Kalimantan sekaligus meningkatkan inklusi keuangan syariah,” tutupnya.
Tidak hanya itu, BSI juga menyiapkan inovasi berupa ATM emas yang saat ini masih dalam tahap uji coba di Jakarta. Balikpapan akan menjadi salah satu kota terdekat yang dapat menikmati layanan tersebut.
“InsyaAllah Balikpapan bisa segera mendapatkan satu ATM Emas dalam waktu dekat. Ini bagian dari upaya kami memperluas layanan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat,” ujar Sefudin. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo