KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - BSI mulai membidik segmen ibu-ibu sebagai pasar potensial untuk layanan investasi emas. Segmen ini dinilai memiliki karakteristik unik sekaligus daya beli stabil, menjadikannya pasar yang jarang digarap bank lain.
“Mayoritas nasabah emas BSI yang saat ini memang berasal dari kelompok perempuan, terutama ibu rumah tangga. Selain karena kebutuhan mengamankan aset keluarga, perempuan dianggap lebih konsisten dalam menjaga tabungan dan investasi jangka panjang," kata Area Manager BSI Kaltimtara Andhi Asni.
"Ibu-ibu itu segmen tertentu. Dan kalau bicara potensi, ternyata segmen ini cukup besar. Mereka itu menteri keuangan rumah tangga. Jadi sangat wajar kalau mereka jadi pengguna terbanyak produk bulion," lanjutnya.
Menurut Andhi, BSI melihat ada peluang besar untuk memperdalam layanan emas bagi segmen ini. Data internal menunjukkan bahwa akses produk bulion dari kelompok perempuan menunjukkan pertumbuhan lebih cepat dibandingkan segmen lain, baik melalui tabungan emas, cicilan emas, maupun gadai.
"Belum banyak bank yang menyentuh segmen ibu-ibu ini. BSI mau maju di situ melalui bulion. Ini bisa jadi kekuatan baru kami," katanya.
Segmen ibu-ibu dinilai memiliki perilaku keuangan yang stabil, cenderung berhati-hati, dan lebih suka menabung dibanding berutang. Ini membuat layanan syariah yang transparan dan bebas riba menjadi pilihan yang relevan bagi mereka.
Selain segmen rumah tangga, BSI tetap menggarap segmen prioritas seperti pebisnis, pegawai BUMN, ASN, hingga karyawan perusahaan yang menggunakan layanan payroll. Namun pertumbuhan organik terbesar justru datang dari kelompok perempuan, terutama di Balikpapan dan Samarinda.
Secara keseluruhan, pasar syariah Kaltim–Kaltara saat ini menguasai sekitar 70 persen market bank syariah regional, memberikan ruang ekspansi lebih luas bagi layanan bulion.
Dengan pendekatan segmen yang lebih spesifik, BSI berharap dapat memperkuat posisi sebagai pemimpin layanan emas syariah di Kalimantan.
"Kami bersyukur Kalimantan Timur kontribusinya besar secara market share. Ini jadi kesempatan untuk memperluas segmen, termasuk ibu-ibu yang potensinya sangat besar," tutur Andhi. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo