KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Program pembinaan pariwisata yang dilakukan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Paser mulai menunjukkan hasil nyata. Banyak desa kini datang dengan inisiatif sendiri, meminta pendampingan agar bisa naik kelas menjadi desa wisata.
Ketua DPD PUTRI Kaltim, Dian Rosita, mengungkapkan hal itu terlihat dalam pelatihan tata kelola pariwisata dan ekonomi kreatif di Desa Songka, serta pelatihan pemasaran dan pembuatan paket wisata pekan lalu di Paser.
“Yang datang bukan hanya Pokdarwis, tapi lengkap ada kepala desa, sekdes, kasi pemerintahan. Itu tandanya mereka serius,” ujarnya.
Menurut Dian, gairah desa mengembangkan wisata berbeda dibanding daerah yang sekadar mengikuti program pemerintah. Di Paser, motivasinya lahir dari bawah, terutama karena melihat keberhasilan tetangga.
“Desa Songka misalnya sudah bikin wall climbing, punya lahan dua hektare milik Bumdes, dan siap dikembangkan,” katanya.
Pendampingan yang diberikan tidak hanya soal daya tarik wisata. PUTRI dan Disporapar juga mengajarkan legalitas usaha, penguatan potensi, pembangunan sarpras sesuai karakter alam, hingga pemberdayaan UMKM.
“Banyak ibu-ibu punya produk tapi belum punya label, packaging, perizinan. Semua diajari step by step,” jelas Dian.
Ia menegaskan Pokdarwis tidak boleh bergerak sendiri, tetapi merangkul pengrajin, UMKM makanan, hingga komunitas desa. Sebab ekosistem wisata hanya bisa tumbuh jika seluruh pihak merasakan dampaknya. “Wisata itu soal kreativitas masyarakatnya. Dan Paser punya modal itu,” katanya.
Dian mencontohkan keberhasilan Taka Garden sebagai bukti pelatihan berdampak. Kini destinasi tersebut ramai, dikelola profesional, dan mampu mengemas wisata edukasi. “Banyak yang tetap eksis bahkan berkembang. Itu membuat kami happy, karena apa yang kami lakukan tidak sia-sia,” tuturnya.
Tahun depan, Disporapar dijadwalkan memberikan pendampingan lanjutan bagi desa yang siap melangkah. Targetnya, lebih banyak destinasi yang berdaya saing dan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo