Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Revitalisasi Sekolah dan Ketahanan Pangan Digenjot, Penyerapan Anggaran Tembus Rp156 Miliar

Nasya Rahaya • Rabu, 26 November 2025 | 20:23 WIB
ANGGARAN: Revitalisasi sekolah dan madrasah menjadi salah satu prioritas pemerintah di Kaltim.
ANGGARAN: Revitalisasi sekolah dan madrasah menjadi salah satu prioritas pemerintah di Kaltim.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA— Selain program sosial, sektor pendidikan, pangan, dan energi menjadi fokus monitoring Kanwil DJPb Kaltim hingga Oktober 2025. Kepala Kanwil DJPb Kaltim Edih Mulyadi menyebut, sejumlah program strategis telah menunjukkan progres kuat di lapangan.

Dalam rilisnya, Edih menyebut revitalisasi sekolah dan madrasah menjadi salah satu prioritas. Dari 29 madrasah yang diusulkan, 23 unit telah rampung direhabilitasi. Realisasi anggaran berasal dari dua sumber yakni Rp 1,28 miliar dari Kementerian PUPR dan Rp 107,79 juta dari Kemenag.

“Kanwil Kemenag Kaltim juga telah melakukan monitoring terhadap bangunan yang direhabilitasi serta ruang kelas baru yang dibangun,” kata Edih.

Selain itu, 8 sekolah di Penajam Paser Utara menerima bantuan revitalisasi dari Kemendikdasmen RI senilai Rp 4,1 miliar untuk memperbaiki fasilitas pendidikan yang rusak.

Di sektor ketahanan pangan, pemerintah pusat mengucurkan Rp 352,64 miliar anggaran APBN 2025 untuk Kaltim, melibatkan lima kementerian yakni Kementan, Bapanas, Barantin, KKP, dan KemenPUPR. Realisasi hingga saat ini telah mencapai 44,31 persen atau Rp 156,26 miliar.

“Penyerapan anggaran ketahanan pangan mencapai 44,31 persen,” sebut Edih dalam laporan. Sementara itu, pada sektor energi, Edih menegaskan bahwa Kalimantan Timur masih menjadi penopang nasional. Produksi minyak mencapai 9.044 barel per hari, dan gas sebesar 28,784 juta MMCF.

Di sisi hilirisasi energi terbarukan, Kilang Pertamina Balikpapan kini memiliki kapasitas produksi 360 ribu bbl/d untuk pencampuran FAME dan solar menjadi B-40, dan direncanakan naik menjadi B-50 pada Januari 2026.

Namun, Edih juga menyoroti masih terbatasnya hilirisasi komoditas unggulan daerah. “Komoditas batubaa secara ekonomis belum menunjukkan potensi hilirisasi yang signifikan,” tulisnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#sekolah #apbn #apbd #revitalisasi #djpb #ketahanan pangan