"Ekosistem penyediaan makanan bergizi menjadi segmen baru yang strategis dan potensial bagi pembiayaan UMKM BSI," kata Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy. Ia menyebut kolaborasi dengan Wahdah Islamiyah tidak hanya mendukung program nasional, tetapi juga memperluas aktivitas ekonomi masyarakat.
“BSI melihat sektor penyediaan gizi ini sebagai usaha yang sehat dan berkelanjutan. Melalui pembiayaan ini, kami ingin menghadirkan akses modal yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi secara menyeluruh,” ungkap Erwan.
Ia menjelaskan, penyaluran pembiayaan kepada SPPG masuk dalam kategori ritel SME. Dukungan BSI ini dilakukan di tengah tren pertumbuhan positif penyaluran pembiayaan UMKM, yang meningkat sekitar 5,32 persen secara tahunan pada Oktober 2025 dengan outstanding mencapai Rp 52,24 triliun.
Menurut Erwan, investasi untuk dapur SPPG merupakan bentuk nyata komitmen BSI dalam memperbesar peran sektor riil sekaligus mendorong pemerataan usaha berbasis komunitas.
“Melalui pembiayaan investasi pembangunan SPPG ini, BSI memberikan ruang kemudahan akses pembiayaan bagi para pengusaha dengan syarat yang mudah dan cepat,” tuturnya.
Wahdah Islamiyah sebagai mitra pengelola SPPG memiliki jaringan organisasi yang luas di bidang dakwah, sosial, pendidikan, kesehatan dan lingkungan hidup. Lembaga ini beroperasi di 34 wilayah dengan ratusan unit pendidikan, pesantren, dan lembaga pelayanan masyarakat yang tersebar nasional.
"BSI berharap pembangunan dapur SPPG dapat memperkuat rantai penyediaan pangan sehat serta mendorong UMKM untuk terlibat dalam program MBG secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo