Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kredit Perbankan Kaltim-Kaltara Tembus Rp 108 T, OJK: Lonjakannya Mencolok tapi Pertumbuhan Melemah

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 27 November 2025 | 14:23 WIB
NAIK: Jika dibandingkan tahun lalu, penyaluran kredit tumbuh signifikan.
NAIK: Jika dibandingkan tahun lalu, penyaluran kredit tumbuh signifikan.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Kredit perbankan di Kaltim dan Kaltara menunjukkan lonjakan besar hingga September 2025. Namun di balik kenaikan itu, pertumbuhan justru melemah dibandingkan tahun sebelumnya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tren tersebut sebagai sinyal yang harus dicermati jelang penutupan tahun.

Kepala OJK Kalimantan Timur dan Utara (Kaltim-Kaltara) Parjiman mengungkapkan, kredit lokasi bank mencatat kenaikan paling signifikan.

“Naiknya tinggi ini, 20,89 persen. Dari Rp 97 triliun di Desember 2024 menjadi Rp 108 triliun hingga September 2025,” tegasnya. Menurut dia, pertumbuhan nominal yang besar tidak selalu selaras dengan tren kenaikan yang stabil.

Sebaliknya, kredit lokasi proyek tumbuh jauh lebih rendah. “Kenaikannya memang kecil, baru 2,35 persen. Secara nominal lebih besar, tapi pertumbuhannya menurun dari sebelumnya 4,05 menjadi 2,35,” ujar pria yang dipanggil Jimmy itu. Dia mengatakan perlambatan terlihat sejak awal tahun dan belum pulih hingga memasuki triwulan IV tahun ini.

Dari sisi penerima kredit lokasi proyek, rumah tangga masih menjadi kelompok terbesar dengan nilai mencapai Rp 36 triliun. Setelah itu disusul pertambangan dan penggalian, lalu pertanian, kehutanan, dan perikanan. Adapun perdagangan besar dan eceran berada di posisi keempat.

Penggunaan kredit lokasi proyek didominasi investasi jangka panjang. Jimmy menyebut investasi menjadi porsi utama, disusul modal kerja dan konsumsi di posisi ketiga. Struktur ini menunjukkan kegiatan usaha masih berhati-hati dalam ekspansi.

Pada kredit lokasi bank, pola penggunaan berbeda. Konsumsi menjadi penyumbang terbesar, baru kemudian modal kerja. Menurut Jimmy, hal itu selaras dengan beban ekonomi rumah tangga yang belakangan meningkat.

Menjelang akhir tahun, perbankan disebut memiliki peluang mengejar performanya. “Biasanya akhir tahun bagus. Teman-teman perbankan ini mengejar laporan keuangan juga, jadi digenjot,” ucapnya.

Dia berharap percepatan penyaluran kredit dapat mengimbangi pelemahan di komponen lain dan menjaga momentum ekonomi daerah. (*)

Editor : Duito Susanto
#kredit perbankan #OJK Kaltim Kaltara