KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Upaya pengendalian inflasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah Kalimantan Timur pada 2025. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Bayuadi Hardiyanto menyebut bahwa early warning system (EWS) telah berperan penting.
“Ini misal ikan tongkol dan ikan layang naik. Kita bisa pantau, karena ada sistem warning inflasi yang setiap minggu kita bisa tahu pergerakan inflasi itu seperti apa,” tuturnya menggambarkan pemantauan harga mingguan yang dilakukan.
Bayuadi bahkan menargetkan inovasi lanjutan. “Tahun depan kita memang harus memiliki target memastikan Mandau (Mekanisme Pengendalian Utama Komoditas Kaltim) beroperasi dengan baik sebagai kelanjutan dan peningkatan yang signifikan dari EWS inflasi kita,” ujar dia.
Mandau Kaltim merupakan teknologi pengendalian inflasi yang lebih canggih. “Mandau Kaltim ini menjadi tools pengendalian inflasi yang bersifat preventif dan kuratif yang memanfaatkan artificial intelligence didasarkan pada data peracapan dan perkembangan harga,” jelasnya.
Pihaknya juga mengandalkan toko penyimbang sebagai intervensi lapangan. “Beroperasinya toko penyeimbang inflasi di 10 kabupaten kota di Kalimantan Timur,” kata Bayuadi, menjadi salah satu strategi yang sudah aktif berjalan.
Dengan rangkaian inovasi dan sinergi lintas lembaga, Kaltim diyakini mampu menjaga stabilitas inflasi sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah. (*)
Editor : Duito Susanto