KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Tekanan harga kembali menghantam perkebunan sawit Kaltim. Memasuki akhir November, harga Tandan Buah Segar (TBS) kembali turun setelah harga crude palm oil (CPO) dan kernel melemah hampir di seluruh perusahaan acuan penetapan harga.
Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ahmad Muzakkir mengungkapkan tren penurunan tak terhindarkan. “Penurunan ini tentu berdampak pada harga TBS yang diterima petani sawit di Kaltim,” ujarnya Senin (1/12)
Pada periode 16-30 November 2025, rata-rata tertimbang CPO ditetapkan Rp 13.933,75 per kilogram, sementara kernel berada di Rp 12.091,35 per kilogram, dengan indeks K 89,14 persen. Angka itu turun dibanding periode 1-15 November 2025, yang mencatat rata-rata CPO di Rp 14.055,93 per kilogram dan kernel Rp 12.454,31 per kilogram, indeks K tetap di 89,14 persen.
Baca Juga: Inflasi Diawasi Ketat, BI Kaltim Andalkan EWS hingga Mandau Berbasis AI
Sebagai pembanding, pada periode 16-31 Oktober 2025, kondisi masih lebih kuat. Rata-rata tertimbang CPO berada di Rp 14.313,01 per kilogram, sementara kernel menyentuh Rp 12.942,94 per kilogram, dengan indeks K 89,06 persen.
Muzakkir juga merinci harga TBS berdasarkan umur tanaman sawit. Untuk umur 3 tahun, harga ditetapkan Rp 2.866,02 per kilogram. “Di umur 4 tahun di harga Rp 3.054,83 per kg, umur 5 tahun seharga Rp 3.074,72 per kg. Selanjutnya umur 6 tahun Rp 3.108,19 per kg,” ungkapnya.
Harga terus meningkat seiring umur tanaman, yakni umur 7 tahun Rp 3.127,24 per kg, umur 8 tahun Rp 3.150,51 per kg, umur 9 tahun Rp 3.218,02 per kg, hingga umur 10 tahun Rp 3.255,71 per kg.
Baca Juga: Ekonomi Kaltim Bertahan di Tengah Tekanan Global, BI: Proyeksi Tumbuh Hingga 5,1 Persen
Menurut dia, daftar harga TBS tersebut merupakan standar bagi petani yang telah bermitra dengan pabrik kelapa sawit, terutama kebun plasma. Dia berharap kemitraan memperkuat posisi petani. Dengan demikian, kesejahteraan petani sawit melalui pola kemitraan itu dapat semakin terwujud.
“Adanya kerja sama kelompok tani dengan pihak pabrik minyak sawit (PMS) diharapkan harga TBS petani sudah sesuai dengan harga normal dan tidak dipermainkan lagi oleh para tengkulak,” tutup Muzakkir. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki