Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Jaga Inflasi Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemkot Balikpapan Gelar Pasar Murah Sebulan Penuh

Ulil Mu'Awanah • Senin, 1 Desember 2025 | 20:29 WIB
INTERVENSI: Pemkot Balikpapan berencana menggelar pasar murah sepanjang bulan ini untuk menekan lonjakan harga bahan pangan.
INTERVENSI: Pemkot Balikpapan berencana menggelar pasar murah sepanjang bulan ini untuk menekan lonjakan harga bahan pangan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan Balikpapan berupaya memperkuat stabilisasi harga dengan menggelar pasar murah selama satu bulan penuh menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Program ini menjadi langkah strategis Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Dinas Perdagangan untuk menjaga harga bahan pokok tetap terkendali, terutama komoditas yang kerap naik.

Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Haemusri Umar menjelaskan bahwa pasar murah reguler akan berlangsung pada 1–29 Desember, sementara pasar murah khusus hari besar keagamaan digelar 13–19 Desember. Menurutnya, keberadaan barang di pasar menjadi faktor utama dalam menghindari spekulasi dan kenaikan harga.

“Yang penting itu barangnya ada. Tapi pemerintah tetap menuntut para distributor mengikuti aturan Harga Eceran Tertinggi (HET). Pasar retail dan pasar tradisional harus menjual sesuai harga yang ditetapkan,” ucapnya.

Sejumlah komoditas diprediksi menjadi penyumbang tekanan harga, seperti daging, ayam ras, cabai, dan bumbu dapur. Namun pasokan ikan dinilai relatif aman karena dipengaruhi musim tangkap yang stabil. Stok beras di Balikpapan juga berada pada level aman dengan ketersediaan 2.800 ton di gudang Bulog, mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Februari 2026.

Haemusri menekankan bahwa stabilitas harga sangat dipengaruhi pola distribusi. Pemerintah mengandalkan dua jalur utama: distribusi pemerintah yang mengikuti HET dan distribusi swasta melalui kerja sama dengan pasar retail. HET beras premium dipatok Rp 15.400 per kilogram dan medium Rp 14.000 per kilogram.

Menariknya, kebutuhan beras premium di Balikpapan jauh lebih tinggi dibanding medium. “Kalau lidah Balikpapan ini cita rasanya rata-rata premium. Masyarakat mau beli yang penting barangnya ada,” kata Haemusri.

Pemerintah kota optimistis langkah ini mampu menjaga keseimbangkan suplai dan permintaan sepanjang periode Nataru. Koordinasi dengan Bulog, distributor, hingga retail modern terus diperkuat untuk memastikan distribusi lancar dan tidak terjadi gejolak signifikan di pasar.

Program pasar murah ini diperkirakan menjadi salah satu kunci menjaga daya beli masyarakat sekaligus menahan tekanan inflasi daerah di penghujung tahun. "Selain agar lebih mudah dijangkau hal ini menjaga perekonomian, dengan harga-harga HET sehingga kebutuhan masyarakat pun terpenuhi," tuturnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pasar murah #bahan pokok #harga pangan #inflasi #balikpapan