BALIKPAPAN - Posisi Balikpapan sebagai pusat aktivitas ekonomi semakin krusial dalam menjaga stabilitas harga pangan Kalimantan Timur, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan pangan akhir tahun.
Dengan pesatnya pembangunan yang dipicu proyek strategis nasional seperti Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Refinery Development Master Plan (RDMP), arus logistik menuju Balikpapan kian padat. Kondisi ini menjadikan kota tersebut simpul distribusi utama bagi wilayah Kaltim.
“Balikpapan itu salah satu kota kunci sebagai daerah distribusi pangan. Banyak kegiatan, termasuk proyek strategis nasional ada di Balikpapan. Jadi beban ekonominya besar dan ini menjadi prioritas pemerintah,” tutur Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Haemusri Umar.
Dirinya menegaskan bahwa beban ekonomi kota ini lebih besar dibandingkan daerah lain karena menjadi pintu masuk utama komoditas pangan. Balikpapan, menurutnya, memikul tiga mandat utama dalam menjaga kestabilan pasar, yakni ketersediaan stok, keterjangkauan harga, dan kelancaran distribusi.
Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar pasokan pangan yang nantinya didistribusikan ke kabupaten dan kota lain di Kaltim terlebih dahulu melewati Balikpapan. Ini menjadikan kondisi pangan di kota tersebut sebagai indikator penting bagi kestabilan kawasan.
Jika pasokan di Balikpapan terganggu, dampaknya akan langsung dirasakan oleh daerah-daerah yang bergantung pada distribusi dari kota ini.
Dari sisi ketersediaan, Haemusri menyebut kondisi saat ini relatif aman. Namun tantangan terbesar ada pada stabilitas harga yang dipengaruhi faktor distribusi dan pola permintaan musiman.
Pemerintah memperketat pengawasan agar pedagang menaati harga acuan pemerintah dan tidak mengambil margin berlebihan. “Persoalannya di harga. Ini yang harus kita jaga bareng-bareng,” katanya.
Sebagai pusat logistik dan pintu distribusi menuju kawasan IKN, Balikpapan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, distributor dan pelaku usaha. Kota ini diproyeksikan semakin vital dalam menjaga ketahanan pangan regional, terutama di tengah percepatan pembangunan di Kalimantan Timur.
Haemusri menegaskan bahwa kesiapan Balikpapan bukan hanya penting bagi warga kota, tetapi juga menjadi penentu stabilitas ekonomi wilayah. “Kalau Balikpapan stabil, daerah lain ikut stabil. Ini yang terus kita jaga,” ujarnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo