KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Selain sektor pangan, struktur inflasi Balikpapan pada November 2025 juga dipengaruhi kuat oleh naiknya harga pada kelompok jasa, khususnya transportasi udara dan sektor perawatan pribadi yang mencatatkan lonjakan tinggi.
“Angkutan udara kembali menjadi komoditas dengan andil inflasi bulanan, terutama dipicu tingginya mobilitas masyarakat menjelang akhir tahun. Lonjakan permintaan membuat harga tiket naik signifikan,” ucap Marinda Dama selaku Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan.
Berdasarkan rilis BPS, kelompok ini naik sebesar 12,10 persen secara year on year/yoy, menjadi salah satu pendorong inflasi tertinggi di luar kelompok makanan. Marinda mengatakan bahwa kenaikan harga tiket pesawat menjadi fenomena yang konsisten sepanjang triwulan IV.
Selain transportasi udara, kenaikan biaya jasa pribadi seperti salon, perawatan tubuh, serta berbagai layanan jasa rumah tangga juga memberi kontribusi besar terhadap inflasi jasa.
“Kenaikan pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencerminkan meningkatnya biaya layanan, baik akibat penyesuaian upah tenaga kerja maupun naiknya biaya operasional,” tuturnya.
BPS mencatat inflasi month to month/mtm) Balikpapan sebesar 0,60 persen, terutama didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan, berbagai sayuran segar, baju muslim anak, serta roti tawar. Sementara itu, komoditas seperti ayam ras, ikan layang, minyak goreng, dan beras justru menyumbang deflasi.
Marinda menjelaskan, bahwa dinamika inflasi jasa penting untuk dicermati karena berpotensi memengaruhi kemampuan konsumsi rumah tangga. “Ketika harga jasa meningkat, tekanan terhadap biaya hidup tidak hanya datang dari makanan, tetapi juga pengeluaran rutin lainnya. Ini bisa menahan daya beli masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, kelompok pendidikan turut mengalami kenaikan 2,84 persen yoy, sejalan dengan penyesuaian biaya sekolah dan kursus. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran juga mencatat kenaikan 1,13 persen. Dalam jangka panjang, pola ini menunjukkan pergeseran struktur konsumsi masyarakat menuju peningkatan pengeluaran jasa.
Dirinya menambahkan, pergerakan inflasi jasa terutama dalam lonjakan harga liburan akhir tahun memang kerap terjadi dan berulang setiap tahunnya.
Meskipun demikian, beberapa kelompok mencatat penurunan indeks harga, seperti pakaian dan alas kaki yang turun 3,20 persen, perlengkapan rumah tangga turun 1,96 persen, serta transportasi yang turun sedikit sebesar 0,02 persen.
“Penurunannya kecil, tetapi cukup membantu meredam tekanan di tengah kenaikan pada kelompok lain,” ujar Marinda. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo