Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ekspor ke Tiongkok Melonjak 35,86 Persen, Namun Kinerja Ekspor Balikpapan Secara Tahunan Masih Melemah

Ulil Mu'Awanah • Rabu, 3 Desember 2025 | 18:31 WIB
Nilai ekspor Balikpapan ke Tiongkok mencatat kenaikan terbesar pada Oktober 2025.
Nilai ekspor Balikpapan ke Tiongkok mencatat kenaikan terbesar pada Oktober 2025.

BALIKPAPAN - Pergerakan ekspor Balikpapan pada Oktober 2025 menunjukkan dinamika yang beragam berdasarkan negara tujuan. Meskipun total ekspor bulan tersebut tumbuh 26,86 persen secara bulanan, kinerja ekspor menurut negara tujuan masih menghadapi tekanan jika dilihat secara kumulatif.

Merujuk dari data BPS Balikpapan, nilai ekspor ke Tiongkok mencatat kenaikan terbesar pada Oktober 2025, yakni USD 55,87 juta atau melonjak 35,86 persen. Kenaikan signifikan juga terjadi pada ekspor ke Pakistan yang naik USD 25,87 juta atau mencapai 100 persen dibandingkan September 2025.

“Tiongkok kembali menjadi pasar dominan bagi produk Balikpapan pada bulan tersebut. Sementara Pakistan mencatat lonjakan 100 persen, menunjukkan peluang pasar baru yang perlu terus dikembangkan,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama.

Ia menilai bahwa kenaikan ekspor ke dua negara tersebut menjadi faktor pendorong utama ekspor Oktober 2025. Namun tidak semua negara tujuan menunjukkan tren positif. Ekspor ke Filipina dan Korea Selatan justru mengalami penurunan tajam.

Ekspor ke Filipina turun USD 20,60 juta atau 30,02 persen, sedangkan ekspor ke Korea Selatan merosot USD 24,34 juta atau 83,69 persen.

Menurut Marinda, penurunan tersebut dipengaruhi kondisi ekonomi domestik negara-negara tersebut. “Beberapa negara tujuan sedang menahan impor akibat tekanan ekonomi. Ini memengaruhi nilai ekspor Balikpapan,” jelasnya.

Secara kumulatif Januari–Oktober 2025, ekspor Balikpapan ke negara tujuan utama turun menjadi UD 369,64 juta atau 7,32 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terbesar dialami Filipina yang turun USD 163,83 juta atau 18,46 persen, disusul India yang turun USD 123,14 juta atau 27,58 persen.

Marinda menekankan pentingnya diversifikasi pasar ekspor. “Ketergantungan pada beberapa negara tujuan saja membuat Balikpapan rentan terhadap gejolak ekonomi global. Perluasan pasar nontradisional harus menjadi agenda pemerintah dan pelaku usaha,” tegasnya.

Dengan kondisi yang fluktuatif antarnegara tujuan, BPS menilai dua bulan terakhir tahun 2025 akan menjadi periode krusial dalam menentukan arah ekspor Balikpapan. "Optimalisasi logistik, peningkatan efisiensi produksi, serta pembukaan akses pasar baru menjadi langkah penting untuk memperbaiki kinerja ekspor secara tahunan," pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#melonjak #tiongkok #ekspor #oktober #balikpapan