KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Impor nonmigas Kalimantan Timur pada Oktober 2025 mencatatkan lompatan tajam. Nilainya mencapai USD69,94 juta, naik 26,41 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan signifikan dipicu membesarnya permintaan pada beberapa golongan barang tertentu.
Ditegaskan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana bahwa salah satu pendorong utama berasal dari komoditas pupuk. “Golongan barang pupuk meningkat USD7,32 juta dari sebelumnya hanya mengimpor senilai USD52,” jelasnya.
Selain pupuk, peningkatan besar juga terjadi pada kelompok barang korek api, kembang api, dan bahan peledak. Nilai impornya naik USD4,27 juta atau setara dengan 422,77 persen.
Perabotan, lampu, dan alat penerangan ikut menyumbang dorongan signifikan dengan kenaikan USD2,12 juta, melonjak 2.120 persen dibanding bulan sebelumnya.
Namun, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Yusniar menyebut bahwa salah satu penurunan terdalam terjadi pada golongan barang kapal, perahu, dan struktur terapung.
“Penurunan pada kelompok tersebut mencapai USD2,62 juta atau 19,73 persen,” ujarnya. Kelompok lain yang mengalami kontraksi adalah mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya yang turun USD1,89 juta (6,65 persen), serta mesin dan perlengkapan elektrik yang melemah USD0,17 juta (6,18 persen).
Sepanjang Januari-Oktober 2025, sepuluh golongan utama nonmigas memberikan porsi besar dalam struktur impor daerah. Kontribusinya mencapai 87,75 persen terhadap total impor nonmigas. Golongan barang mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya masih mendominasi dengan andil 36,58 persen, jauh melampaui komoditas lain.
Meski impor nonmigas bulan Oktober menguat, secara kumulatif masih terlihat penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Nilainya pada Januari-Oktober 2025 tercatat USD966,69 juta, turun 23,25 persen dari capaian tahun lalu. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo