Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dominasi Pekerja di Sektor Jasa Perkuat Posisi Balikpapan Sebagai Kota Dagang dan Logistik, Pertanian Makin Ditinggalkan 

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 5 Desember 2025 | 17:19 WIB
DIMINATI: Sektor jasa menjadi motor penggerak utama pasar kerja di Balikpapan. Per Agustus 2025 sebanyak 270.880 orang terserap di sektor ini.
DIMINATI: Sektor jasa menjadi motor penggerak utama pasar kerja di Balikpapan. Per Agustus 2025 sebanyak 270.880 orang terserap di sektor ini.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Sektor jasa menjadi motor penggerak utama pasar kerja di Balikpapan. Per Agustus 2025 sebanyak 75,15 persen dari total penduduk yang bekerja atau sekitar 270.880 orang, terserap di sektor ini.

Menggambarkan pergeseran struktural ekonomi kota yang semakin menjauhi sektor primer, seiring dengan dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Sektor jasa yang mencakup perdagangan, transportasi, akomodasi, dan jasa keuangan, terus menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan, meskipun terjadi sedikit penurunan persentase dari tahun sebelumnya, 76,06 persen pada Agustus 2024," jelas Marinda Dama selaku Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan.

Namun, secara absolut, jumlah pekerja jasa justru meningkat, mencerminkan ekspansi kegiatan ekonomi berbasis perkotaan dan dukungan logistik yang intensif. Komposisi ini menegaskan peran Balikpapan bukan hanya sebagai pintu gerbang Kaltim, tetapi juga sebagai pusat layanan vital bagi proyek-proyek strategis di sekitarnya.

Peningkatan ini didorong oleh mobilitas yang tinggi dan kebutuhan pasokan yang meningkat seiring berjalannya proyek infrastruktur skala besar. Di sisi lain, sektor manufaktur yang terdiri dari industri pengolahan, listrik, gas dan air minum masih memegang porsi signifikan. Namun sebagai pendukung, menyerap 22,70 persen tenaga kerja atau 82.129 orang.

"Kenaikan persentase ini dari 21,95 persen pada Agustus 2024 memberikan sinyal positif akan adanya upaya revitalisasi industri di tengah Kota Minyak ini. Meski demikian, BPS mencatat bahwa tantangan terbesar Balikpapan justru terletak pada sektor pertanian," ucapnya.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan hanya menyumbang 2,07 persen tenaga kerja (7.455 orang) pada Agustus 2025, turun drastis dari 3,02 persen tahun sebelumnya. Tren ini menunjukkan semakin terkikisnya lahan dan minat kerja di sektor tradisional.

Perbedaan pola penyerapan tenaga kerja juga terlihat jelas berdasarkan jenis kelamin. Laki-laki cenderung mendominasi sektor manufaktur, sementara pekerja perempuan mayoritas terserap di sektor jasa.

Dari total 360.464 penduduk bekerja, komposisi ini menciptakan struktur pasar kerja yang khas, di mana fleksibilitas dan keterampilan layanan menjadi kunci utama.

Marinda menyoroti tren ini sebagai indikasi positif sekaligus peringatan bagi pemerintah daerah. "Angka-angka ini menunjukkan resiliensi pasar kerja Balikpapan pasca-pandemi dan sejalan dengan pembangunan IKN Nusantara yang sangat membutuhkan dukungan logistik dan jasa," ujar Marinda

"Namun, pekerjaan rumah kita adalah bagaimana memastikan pertumbuhan sektor jasa ini diikuti dengan peningkatan nilai tambah dan bukan sekadar jasa informal yang mudah terdistorsi," timpalnya.

Selain itu, diperlukan kebijakan yang lebih terfokus untuk mendorong investasi di sektor manufaktur padat karya agar Balikpapan tidak terlalu bergantung pada sektor jasa dan sumber daya alam. Berdasarkan status pekerjaan, Balikpapan masih menghadapi tantangan ketidakseimbangan antara sektor formal dan informal.

Sebanyak 66,42 persen penduduk bekerja berada di sektor informal, yang mencakup berusaha sendiri, pekerja bebas dan pekerja keluarga/tak dibayar. Jumlah pekerja informal pada Agustus 2025 mencapai 239.997 orang, meningkat 1,22 persen poin dibandingkan Agustus 2024.

"Kesenjangan ini menunjukkan perlunya intervensi untuk konversi pekerja informal menjadi formal melalui pelatihan, sertifikasi dan jaminan sosial, sekaligus memastikan bahwa lonjakan tenaga kerja yang datang ke Balikpapan memiliki akses ke pekerjaan yang layak," tuturnya.

Pemerintah didesak untuk memanfaatkan momentum IKN untuk memacu pertumbuhan industri hilir di Kaltim yang dapat menyerap lulusan-lulusan lokal dari jenjang pendidikan menengah kejuruan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pertanian #pekerja #sektor jasa #pasar kerja #balikpapan