KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), tren pemesanan kamar di Aston Samarinda Hotel & Convention Center menunjukkan pola kenaikan bertahap.
Meski belum mencapai puncaknya, manajemen melihat adanya pergerakan reservasi yang cukup stabil memasuki awal bulan Desember.
Manajer Marketing Communication Tiara Bulan menjelaskan bahwa pola itu serupa dengan tren tahun-tahun sebelumnya.
“Awal-awal bulan belum terlalu signifikan. Biasanya, peningkatan itu mulai terasa di minggu kedua Desember,” ujarnya, Kamis (3/12). Kenaikan bertahap ini menjadi dasar manajemen untuk mulai menyiapkan strategi okupansi menjelang akhir tahun.
Sebagian besar pemesan berasal dari segmen keluarga. Hal itu dapat terlihat dari karakteristik tamu yang memesan untuk periode liburan panjang.
“Paling banyak segmen dari family. Kota juga campur, ada dari Tenggarong, Bontang, Sangatta bahkan Balikpapan juga ada,” jelasnya. Pola itu konsisten tiap tahun karena banyak keluarga ingin menghabiskan libur panjang di Samarinda.
Meski demikian, pihak hotel belum dapat menyimpulkan proyeksi okupansi secara pasti. “Untuk tahun ini, masih belum terlihat. Tapi tahun lalu alhamdulillah lumayan. Tapi harapannya tahun ini bisa maksimal,” katanya. Manajemen optimistis momentum liburan akan memberi kontribusi besar pada tingkat hunian.
Sebagian tamu biasanya menunda reservasi hingga pertengahan Desember karena menunggu penawaran promo atau paket bundling. Itu menyebabkan hotel tidak melihat lonjakan besar pada awal bulan, namun peningkatan tajam sering terjadi beberapa minggu sebelum tanggal liburan.
Pihaknya mempersiapkan berbagai pilihan tipe kamar untuk menyesuaikan kebutuhan tamu yang datang dari luar kota. Permintaan paling banyak berada pada kategori kamar untuk keluarga, terutama bagi mereka yang berencana menginap lebih dari satu malam.
Harapannya terhadap peningkatan okupansi tahun ini cukup tinggi. Setelah melihat pola pergerakan reservasi yang mulai naik, hotel menargetkan tingkat hunian dapat berada pada posisi optimal menjelang pergantian tahun.
Pemesanan kamar melalui platform online juga mulai menunjukkan peningkatan. Banyak tamu memilih memesan lebih awal untuk memastikan ketersediaan kamar, terutama karena periode Nataru dianggap sebagai puncak permintaan tahunan.
Dengan pergerakan pemesanan yang mulai menguat dan karakter tamu yang semakin jelas, Tiara menilai Desember sebagai momentum yang sangat penting untuk mendorong kinerja hotel. Mereka berharap periode akhir tahun ini dapat ditutup dengan pencapaian okupansi yang maksimal. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo