KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Setelah beberapa bulan bergerak fluktuatif, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Balikpapan kembali mencatatkan kenaikan pada Oktober 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.
Kenaikan ini menjadi indikator bahwa aktivitas bisnis dan perjalanan kerja perlahan kembali menggeliat setelah sempat melandai di kuartal ketiga.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, TPK hotel berbintang pada Oktober 2025 mencapai 56,34 persen, naik cukup kuat dibanding September yang berada di angka 53,52 persen.
Kenaikan sebesar 2,82 poin persen ini menandakan peningkatan permintaan layanan akomodasi dari segmen perjalanan bisnis, profesional migas, hingga agenda pemerintahan.
“Lonjakan pada Oktober 2025 sebagian besar dipengaruhi meningkatnya perjalanan dinas dan kegiatan korporasi, terutama setelah beberapa agenda pemerintahan dan bisnis kembali digelar di Balikpapan,” jelas Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama, Minggu (7/12).
Meski begitu, tren ini belum sepenuhnya mampu menutup penurunan bila dibandingkan tahun sebelumnya. TPK Oktober 2025 masih lebih rendah 15,42 poin persen dari capaian Oktober 2024 yang mencapai 71,76 persen. Penurunan tahunan ini menunjukkan bahwa industri perhotelan Balikpapan masih menghadapi tantangan pemulihan pascaperlambatan ekonomi regional.
Jika ditelusuri menurut klasifikasi, hotel bintang 5 menjadi penyumbang tertinggi dengan TPK mencapai 64,55 persen, naik 2,55 poin persen dari bulan sebelumnya.
Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan akomodasi premium dari kalangan korporasi masih relatif stabil. Sementara itu, hotel bintang 1 dan 2 mencatat TPK terendah yaitu 34,73 persen, turun jauh bila dibandingkan tahun lalu.
“Kami melihat segmen hotel premium cenderung lebih stabil karena pasarnya didominasi tamu bisnis. Sementara hotel kelas menengah dan bawah masih berjuang dengan persaingan harga dan perubahan pola perjalanan masyarakat,” tambah Marinda.
BPS mencatat bahwa pola fluktuasi TPK di 2025 sangat dipengaruhi pergerakan ekonomi migas dan aktivitas proyek. Dengan masih berlangsungnya sejumlah agenda akhir tahun, pelaku industri perhotelan diperkirakan berharap momentum ini berlanjut di Desember ini. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo