KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Persaingan industri perhotelan Balikpapan menjelang pergantian tahun 2025 diperkirakan semakin dinamis serta memiliki optimisme.
Hal ini terlihat dari berbagai strategi dan paket akhir tahun yang disiapkan untuk menarik kunjungan wisatawan, terutama dari luar Balikpapan.
Direktur Operasional Platinum Hotel Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua PHRI Balikpapan Soegianto, mengatakan bahwa tahun ini para pelaku perhotelan memasuki periode libur akhir tahun dengan ekspektasi lebih besar dibanding tahun sebelumnya.
Beragam kegiatan yang disiapkan oleh hotel-hotel diyakini menjadi magnet untuk meningkatkan okupansi kamar.
“Tahun sebelumnya tidak semua hotel di Balikpapan penuh, namun ada harapan besar tahun ini akan jauh lebih baik. Harapannya semua hotel dapat terisi karena masing-masing hotel akan menyelenggarakan acara tersendiri yang diharapkan dapat menarik pengunjung,” kata Soegianto.
Kondisi pasar jelang akhir tahun memang menunjukkan potensi peningkatan kunjungan, terutama dengan pulihnya mobilitas masyarakat, meningkatnya perjalanan keluarga, serta tren liburan singkat yang kian populer. PHRI menilai bahwa kombinasi acara hiburan, penawaran bundling, serta promosi digital mampu memperluas jangkauan pasar hotel-hotel di Balikpapan.
Selain itu, kenaikan harga kamar menjelang malam tahun baru dianggap sebagai pola yang wajar dalam industri. Menurut Soegianto, kenaikan tersebut sebanding dengan fasilitas yang ditawarkan pada paket akhir tahun. “Untuk fasilitas yang biasanya termasuk dalam paket adalah makan malam dan doorprize,” jelasnya.
Platinum Hotel, sebagai salah satu pemain besar di Balikpapan, telah menyiapkan paket khusus yang lebih agresif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Strateginya adalah membuat program yang dapat menarik minat pengunjung dari luar kota, termasuk keluarga dan kelompok wisata yang mencari pengalaman liburan lebih lengkap.
“Terkait persiapan Platinum untuk acara akhir tahun, salah satu strategi adalah dengan membuat paket-paket menarik yang ditujukan untuk menarik orang dari luar daerah,” lanjut Soegianto.
PHRI Balikpapan berharap upaya hotel-hotel dalam mengemas acara akan berdampak langsung pada tingkat hunian. Dengan meningkatnya variasi hiburan, tema malam tahun baru, hingga penawaran kamar plus konsumsi, industri perhotelan optimistis dapat mencapai tingkat okupansi optimal, terutama pada puncak periode 30–31 Desember.
Pelaku industri melihat momentum ini sebagai peluang penting untuk mengakhiri tahun dengan catatan positif, setelah melewati periode fluktuasi okupansi pada kuartal sebelumnya.
“Harapan utama adalah agar Balikpapan ramai dan semua hotel penuh selama periode akhir tahun,” tegas Soegianto. Ia menambahkan bahwa ramainya kota tidak hanya menguntungkan industri hotel, tetapi juga sektor restoran, transportasi, hingga pusat perbelanjaan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo