KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Arus impor Kalimantan Timur kembali menguat pada September 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat nilai impor di lima pelabuhan utama melonjak 48,78 persen secara bulanan, dari USD294,65 juta pada Agustus menjadi USD438,38 juta pada September. Kenaikan menandai pulihnya kebutuhan industri serta aktivitas logistik di sejumlah kawasan strategis.
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana mengatakan bahwa Pelabuhan Balikpapan kembali menjadi penopang utama impor Kaltim. “Balikpapan masih menjadi pintu utama impor Kaltim. Pada September 2025 nilainya mencapai USD349,56 juta,” ujarnya. Dua pelabuhan lain yang mencatat nilai impor terbesar adalah Tanjung Bara dengan USD29,41 juta dan Kariangau sebesar USD21,26 juta.
Baca Juga: Lima Sektor Ekonomi Kaltim Melambat di Triwulan III, Kinerjanya Pun Minus
Meski demikian, performa masing-masing pelabuhan menunjukkan dinamika yang berbeda. Impor melalui Tanjung Bara turun tipis secara bulanan, sementara Kariangau justru melemah lebih dalam, yakni 9,11 persen dibanding Agustus. “Tanjung Bara mencatat lonjakan year-on-year (yoy) yang sangat tinggi, mencapai lebih dari 8.000 persen, karena basis data pada September tahun lalu memang sangat kecil," sebutnya.
Secara kumulatif, sepanjang Januari-September 2025, Pelabuhan Balikpapan mencatat dominasi yang hampir tak tergoyahkan dengan kontribusi 75,37 persen dari total impor Kaltim. Di bawahnya, Pelabuhan Kariangau menyumbang 7,17 persen, sementara Sepinggan berada di posisi ketiga dengan 6,50 persen. Total impor Kaltim pada periode yang sama mencapai USD3,517 miliar. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki