KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Tidak ingin hanya dikenal sebagai pelaku industri penjualan sepeda motor, Astra Motor Kaltim 1 berkomitmen untuk memperluas edukasi keselamatan berkendara di tengah meningkatnya risiko perjalanan pada musim hujan.
“Kondisi cuaca sekarang menuntut pengendara lebih peka dan mawas diri. Banyak lubang tak terlihat dan jalan menjadi licin. Ini saatnya kita semua memperkuat budaya #cari_aman,” ucap Safety Riding Officer Astra Motor Kaltim 1 Daniel Natanael Toghas, Senin (8/12).
Menurut Daniel, keselamatan bukan hanya soal kemampuan mengendarai motor, tetapi juga kesiapan kendaraan. Ia menekankan bahwa ban merupakan komponen paling vital saat jalan basah. “Tekanan udara dan alur ban harus rutin dicek minimal seminggu sekali. Jangan memaksakan ban yang sudah tipis karena risiko slip sangat besar,” tegasnya.
Selain itu, lampu kendaraan juga berperan penting di tengah terbatasnya jarak pandang akibat hujan. Daniel mengingatkan bahwa menyalakan lampu pada siang hari bukan sekadar aturan, melainkan cara agar pengendara lebih terlihat di jalan. “Kadang orang merasa lampu siang hari tidak penting. Padahal di tengah hujan deras, itu bisa menyelamatkan nyawa,” katanya.
Ia juga meminta pengendara memberi perhatian lebih pada stang, rem, dan gas yang performanya dapat menurun saat musim hujan. Perawatan ekstra diperlukan agar motor tetap responsif. “Komponen-komponen itu menentukan kendali kita di jalan. Kalau sudah basah atau aus, risikonya semakin tinggi," tutur Daniel.
Edukasi dalam kampanye #cari_aman juga menekankan penggunaan perlengkapan keselamatan yang lengkap. Helm berstandar, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu khusus berkendara dinilai dapat meminimalkan cedera jika terjadi insiden. “Kalau bicara keselamatan, kita harus siap dari kepala sampai kaki. Perlengkapan lengkap bukan untuk gaya, tetapi perlindungan,” jelasnya.
Daniel juga menyoroti pentingnya selalu menutup kaca helm saat hujan untuk menghindari cipratan air yang mengganggu pandangan. Ventilasi helm perlu dibuka agar tidak menimbulkan embun.
Untuk perlindungan tambahan, ia menyarankan penggunaan jas hujan model baju dan celana karena lebih aman dibandingkan ponco. “Jas hujan ponco rawan tersangkut dan membahayakan. Yang terpisah lebih aman dan nyaman,” ujarnya.
Pengendara juga diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan menghindari memaksakan diri menerobos genangan air. “Genangan itu sering menipu. Kita tidak tahu kedalaman atau kondisi permukaan jalan di bawahnya,” tutur Daniel.
Jika motor mogok karena terendam air, Daniel mengingatkan agar pengendara tidak langsung menyalakan mesin. “Air bisa masuk ke saluran pembuangan gas atau sistem listrik. Diamkan dulu agar tidak terjadi korslet. Ini sering diabaikan padahal risikonya besar,” katanya.
Daniel kembali menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar kampanye musiman. “Semoga informasi ini bermanfaat bagi semua pengendara roda dua. Kami ingin masyarakat selalu sehat, aman, dan bahagia di jalan. #Cari_aman itu bukan slogan, tapi cara hidup,” jelasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo