KALTIMPOST.ID - Balikpapan tampil sebagai kontributor terbesar pada kinerja ekonomi Kaltim secara tahunan dengan pertumbuhan 9,32 persen (year on year/yoy). Angka ini bukan hanya yang tertinggi di Bumi Etam, tetapi juga mencerminkan pergeseran aktivitas ekonomi ke wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama mengatakan, seluruh sektor usaha di Balikpapan tumbuh positif secara tahunan.
Sektor sekunder menjadi kunci, melesat hingga 11,96 persen, disusul sektor primer sebesar 3,94 persen, dan sektor tersier sebesar 3,92 persen. Struktur ekonomi Balikpapan pun masih didominasi sektor sekunder dengan kontribusi 62,60 persen.
“Pertumbuhan ini memperlihatkan kekuatan industri pengolahan, perdagangan besar dan aktivitas konstruksi yang terus meningkat. Balikpapan berada pada fase akselerasi. Dorongan dari sektor sekunder menjadi energi utama yang menggerakkan perekonomian kota,” tuturnya, Senin (8/12).
Kontribusi sektor sekunder terhadap penciptaan pertumbuhan pun mencapai 8,03 persen, angka yang jauh lebih besar dibandingkan sektor tersier yang berkontribusi 1,25 persen. Sementara itu, sektor primer memberi kontribusi positif tipis sebesar 0,03 persen.
Jika dilihat secara kuartalan memang terdapat kontraksi pada sektor primer dan tersier yang masing-masing turun 1,99 persen dan 1,52 persen. Namun, sektor sekunder tetap tumbuh 2,40 persen dan menjadi satu-satunya yang mencatatkan ekspansi antar triwulan.
Menurut Marinda, hal ini menunjukkan bahwa dinamika ekonomi Balikpapan akan semakin bergantung pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi. “Pertumbuhan ini bukan hanya angka, tetapi sinyal bahwa struktur ekonomi Balikpapan bergerak ke arah yang semakin kuat,” tambah Marinda.
Dengan posisi sebagai hub logistik, industri, dan pintu gerbang IKN, Balikpapan diperkirakan akan tetap menjadi motor pertumbuhan Kaltim pada triwulan-triwulan berikutnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo