Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tren Impor Melambat Menuju Akhir Tahun, Kaltim Berhadapan dengan Tantangan Baru

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 10 Desember 2025 | 19:07 WIB
ANJLOK: Penurunan kinerja impor triwulan III disebabkan karena anjloknya nonmigas. Terkontraksi hingga 45,35 persen yoy.
ANJLOK: Penurunan kinerja impor triwulan III disebabkan karena anjloknya nonmigas. Terkontraksi hingga 45,35 persen yoy.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Setelah sempat tumbuh positif, komponen impor Kaltim kembali kehilangan tenaga pada triwulan III 2025. Penurunan impor nonmigas yang dalam membuat total impor daerah melambat meski impor migas masih tumbuh.

“Komponen impor melambat dari 5,89 persen (year-on-year/yoy) di triwulan sebelumnya menjadi 5,81 persen (yoy) pada periode pelaporan,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto.

Menurut dia, penurunan terjadi terutama karena anjloknya impor nonmigas. “Perlambatan tersebut disebabkan oleh penurunan impor nonmigas Kaltim yang terkontraksi 45,35 persen (yoy), setelah tumbuh positif dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 2,73 persen (yoy),” jelas Budi.

Jika dirinci berdasarkan jenis barang, kontraksi terjadi jauh lebih dalam pada dua komponen utama. Penurunan impor barang modal dan bahan baku yang secara berturut-turut terkontraksi 49,56 persen (yoy) dan 34,84 persen (yoy). Penurunan itu jauh lebih besar dari triwulan sebelumnya.

Meski nonmigas jatuh, impor migas Kaltim justru naik dan ikut menahan penurunan lebih dalam. “Impor migas Kaltim yang memegang pangsa 78,57 persen dari total impor Kaltim, tercatat tumbuh lebih tinggi dari 8,04 persen (yoy) di triwulan sebelumnya menjadi 10,28 persen (yoy),” ujarnya.

Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi perbaikan impor hasil minyak. “Peningkatan impor migas disebabkan oleh perbaikan impor hasil minyak dari -34,25 persen (yoy) di triwulan II 2025 menjadi -33,28 persen (yoy),” paparnya.

Namun impor minyak mentah dan gas justru menunjukkan perlambatan. “Sementara impor minyak mentah dan gas melambat, yakni secara berturut-turut dari 65,97 persen (yoy) dan 23,11 persen (yoy) di triwulan II 2025 menjadi 51,08 persen (yoy) dan 12,90 persen (yoy),” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#bank indonesia #impor kaltim #Budi Widihartanto