KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Menjelang pergantian tahun, pelaku usaha logistik di Balikpapan memanfaatkan momentum refleksi akhir tahun untuk mengevaluasi kinerja sekaligus menyiapkan langkah strategis menghadapi tantangan 2026.
Meskipun pemerintah melakukan sejumlah efisiensi anggaran dan beberapa sektor mengalami perlambatan, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Balikpapan menegaskan bahwa optimisme harus tetap dijaga.
Sektor logistik kata Ketua DPC ALFI/ILFA Balikpapan Firman Tola memiliki fondasi yang kuat karena keberadaannya tidak terlepas dari kebutuhan dasar masyarakat.
“Sebabnya sih memang ada penurunan, tapi kita garis bawahi bahwa selama orang hidup itu, kargo itu tetap jalan. Jadi selama orang hidup, kargo insya Allah jalan. Kondisi apa pun,” ungkap Firman, kemarin (12/10).
Firman menambahkan bahwa logistik memiliki cakupan yang sangat luas, mulai dari layanan dalam kota seperti pengiriman melalui ojek online, hingga layanan skala besar antar pulau. Karena itu, meskipun ekonomi menghadapi tekanan, permintaan distribusi barang tidak akan pernah berhenti. “Logistik adalah perantara penting yang dibutuhkan untuk memenuhi segala jenis kebutuhan,” kata Firman.
Demi menyambut 2026, para pelaku logistik Balikpapan berharap berbagai program yang telah disiapkan stakeholder kepelabuhan dapat diimplementasikan secara efektif. Dukungan dari sektor perbankan, khususnya dalam pembiayaan usaha kargo, juga menjadi harapan besar untuk memperkuat kapasitas usaha.
“2026, kalau kita sebagai orang yang punya keyakinan, ya kita harus yakin bahwa kita akan lebih baik,” tutur Firman. Saat ini, Balikpapan memiliki sekitar 105 pengusaha logistik yang tergabung dalam ALFI, termasuk mereka yang memegang izin JPT serta armada truk.
Jumlah ini menjadi kekuatan besar dalam mendukung kebutuhan distribusi barang di Balikpapan maupun kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Meski demikian, Firman mengakui bahwa porsi kargo menuju IKN tidak sepenuhnya melewati Balikpapan karena adanya pelabuhan lain yang juga melayani kawasan tersebut. Dengan optimisme yang terus dijaga, ALFI Balikpapan menatap tahun 2026 sebagai peluang untuk bangkit.
“Kami siap mendukung kebutuhan logistik untuk IKN dan Balikpapan, meski porsi bisnis kami tidak seratus persen karena ada rute lain. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita tetap bisa berkontribusi secara profesional dan terus meningkatkan layanan,” ujarnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo