KALTIMPOST.ID-Arus barang bongkar di Pelabuhan Balikpapan pada Oktober 2025 menunjukkan perbaikan.
Peningkatan terjadi pada barang masuk, baik untuk angkutan luar negeri maupun dalam negeri.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama menegaskan, bahwa lonjakan itu tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan industri dan konsumsi rumah tangga.
“Kenaikan barang bongkar mencerminkan eskalasi permintaan logistik di Balikpapan. Itu biasanya terjadi saat rantai distribusi memperkuat stok menjelang periode akhir tahun,” tuturnya.
Pada Oktober 2025, total bongkaran barang dari angkutan luar negeri mencapai 16.856 ton. Angka itu melesat 64,05 persen dibanding September 2025 dan bahkan melonjak 878,86 persen dibanding Oktober 2024.
Sebaliknya, barang muat luar negeri justru mengalami kontraksi, turun menjadi 391 ton atau melemah 58,62 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan itu menunjukkan bahwa ekspor dari hinterland Kaltim melalui Balikpapan masih terbatas.
Sementara itu, untuk angkutan laut dalam negeri, barang yang dibongkar dari peti kemas maupun nonpeti kemas mencapai 207.284 ton, naik 6,05 persen dari bulan sebelumnya. Meski demikian, secara tahunan masih mengalami penurunan 17,64 persen.
Barang muat dalam negeri tercatat 25.848 ton atau meningkat 11,66 persen dibanding September 2025. Kenaikan itu menunjukkan pergerakan aktivitas perdagangan antardaerah masih terjaga.
Marinda menjelaskan bahwa pola kenaikan pada barang bongkar dan muat dalam negeri merupakan refleksi dari stabilnya permintaan sektor konsumsi dan logistik antarprovinsi.
“Barang bongkar pada Oktober didorong oleh peningkatan pasokan bahan pangan, material industri, dan logistik ritel. Walau ekspor melemah, aktivitas distribusi domestik tetap kuat,” tutur Marinda. (rd)
Editor : Romdani.