Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pelindo Tertibkan Truk ODOL yang Masuk ke Pelabuhan Semayang Balikpapan lewat Pasang Portal untuk Batasi Ketinggian Kendaraan

Ulil Mu'Awanah • Rabu, 17 Desember 2025 | 06:15 WIB
Pelindo melakukan penertiban terhadap kendaraan yang datang ke Balikpapan.
Pelindo melakukan penertiban terhadap kendaraan yang datang ke Balikpapan.

KALTIMPOST.ID-Di balik riuh aktivitas bongkar muat, pelabuhan juga menghadapi persoalan yang tak kasatmata.

Yakni keberadaan truk over dimension over load (ODOL). Masalah itu perlahan menjadi perhatian serius Pelindo Multi Terminal, subholding Pelindo, karena dampaknya bukan hanya pada kelancaran logistik, tetapi juga keselamatan dan daya tahan infrastruktur.

Branch Manager Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT) Wahyudi menyebut ODOL kini telah melampaui isu lokal.

Persoalan tersebut berkembang menjadi tantangan nasional yang menuntut kerja sama lintas wilayah dan lintas otoritas.

Keluhan soal truk ODOL, khususnya yang berasal dari luar daerah, masih kerap muncul. Namun penertiban tidak bisa dilakukan secara instan.

Pelindo memilih pendekatan bertahap, terukur, dan berkelanjutan agar tidak mengganggu arus distribusi barang. “Kami menyadari keluhan itu ada. Penertiban harus pelan-pelan,” ujar Wahyudi.

Koordinasi pun dilakukan dengan pelabuhan asal, seperti Parepare dan Surabaya, terutama terhadap truk ODOL yang tidak berada dalam pengawasan asosiasi angkutan setempat. Langkah ini diharapkan menjadi awal penanganan ODOL yang lebih menyeluruh.

Menurutnya, salah satu tantangan utama adalah truk ODOL dari luar wilayah operasional pelabuhan setempat dan tidak berada di bawah pengawasan asosiasi angkutan lokal.

Hal itu membuat proses pengendalian membutuhkan koordinasi lintas pelabuhan, termasuk dengan pelabuhan asal muatan.

Sebagai langkah konkret, Pelindo Multi Terminal telah menerapkan pemasangan portal pembatasan ketinggian kendaraan di area masuk pelabuhan.

Portal tersebut membatasi ketinggian maksimal kendaraan hingga 4,2 meter. Kendaraan yang melebihi batas tersebut secara otomatis tidak bisa memasuki area pelabuhan.

“Salah satu yang kami lakukan sekarang adalah portal pembatasan. Maksimum ketinggian itu 4,2 meter. Kalau lewat dari itu, tidak bisa masuk,” jelas Wahyudi.

Ia menegaskan pemasangan portal itu difokuskan pada kendaraan yang akan masuk ke kawasan pelabuhan, bukan kendaraan yang sudah berada di dalam atau yang sedang datang dari aktivitas bongkar muat.

Kebijakan itu diharapkan mampu menyaring sejak awal potensi masuknya truk ODOL yang bisa mengganggu operasional dan berisiko terhadap keselamatan infrastruktur pelabuhan.

“Pemasangan portal itu sasarannya truk yang masuk, bukan truk yang datang. Jadi memang kita kontrol dari pintu masuk pelabuhan,” katanya.

Selain pemasangan portal, Pelindo juga memperkuat koordinasi dengan pelabuhan asal, khususnya Surabaya, untuk mencegah truk ODOL berangkat sejak dari titik awal.

Langkah itu dinilai penting agar penertiban tidak hanya bersifat lokal, tetapi terintegrasi secara nasional.

“Solusi lainnya adalah koordinasi dengan otoritas pelabuhan di Surabaya supaya ODOL ini tidak naik dari sana. Jadi pengendaliannya dilakukan dari hulu sampai ke hilir,” tambah Wahyudi.

Ia mengakui bahwa ke depan masih banyak langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasi persoalan ODOL secara menyeluruh.

Namun, Pelindo optimistis bahwa melalui kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan, otoritas pelabuhan, serta asosiasi angkutan, permasalahan ini dapat ditangani secara bertahap.

Isu ODOL itu bukan hanya masalah lokal, tapi sudah menjadi isu nasional dan menjadi perhatian Kementerian Perhubungan. Harapannya, ke depan masalah ini bisa terselesaikan dengan baik.

“Dengan dilakukannya penertiban ODOL, Pelindo Multi Terminal berharap bisa menciptakan sistem logistik pelabuhan yang lebih tertib, aman, dan berdaya saing. Sekaligus mendukung kelancaran distribusi barang di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #truk odol #ibu kota nusantara #Kutai Barat #Pelabuhan Semayang Balikpapan