KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja industri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP) tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi global maupun domestik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat solvabilitas agregat sektor PPDP masih berada pada level solid hingga Oktober 2025.
Kondisi tersebut dinilai menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan industri keuangan nonbank. OJK pun terus mendorong optimalisasi peran sektor PPDP agar tetap adaptif menghadapi dinamika ekonomi.
Kepala OJK Kaltim-Kaltara Parjiman mengatakan, penguatan kinerja industri berjalan beriringan dengan upaya menjaga ketahanan sektor. OJK, kata dia, berkomitmen memastikan stabilitas tetap terjaga meski tekanan eksternal masih berlangsung.
Dari sisi industri asuransi, total aset per Oktober 2025 tercatat mencapai Rp1.192,11 triliun. Angka ini tumbuh 5,16 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Pertumbuhan terutama ditopang oleh asuransi komersial. Total aset asuransi komersial tercatat sebesar Rp970,98 triliun dengan pertumbuhan 6,23 persen yoy.
Parjiman menjelaskan, permodalan industri asuransi komersial secara umum masih berada pada kondisi sangat kuat. Hal ini tercermin dari tingkat Risk Based Capital (RBC) yang jauh melampaui ambang batas.
Baca Juga: Dua Stadion di Paser Dibidik PSSI, Siap Naik Kelas untuk Liga Nasional?
Industri asuransi jiwa mencatat RBC sebesar 478,85 persen. Sementara itu, asuransi umum dan reasuransi berada pada level 331,96 persen. Keduanya jauh di atas batas minimum 120 persen.
Di sisi lain, industri asuransi nonkomersial juga menunjukkan kinerja positif meski pertumbuhannya lebih moderat. Sektor ini mencakup BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta program asuransi bagi ASN, TNI, dan Polri.
Total aset asuransi nonkomersial tercatat sebesar Rp221,13 triliun hingga Oktober 2025. Secara tahunan, angka tersebut tumbuh 0,72 persen.
Baca Juga: Jelang Nataru, Samapta Polresta Balikpapan Gelar Patroli Dialogis Bersama Ojol
Capaian ini menegaskan bahwa industri asuransi nasional masih memiliki daya tahan kuat. Di tengah ketidakpastian global, sektor ini tetap menjadi salah satu penopang stabilitas sistem keuangan. (*)
Editor : Ery Supriyadi