KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) Indonesia sepanjang 2025 berada dalam kondisi kuat. Hal itu disampaikan setelah evaluasi dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) pada 27 November 2025.
“Stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga. Industri menunjukkan ketahanan yang solid sepanjang 2025,” ujar Kepala OJK Kaltim–Kaltara Parjiman atau biasa dipanggil Jimmy.
Kinerja pasar modal menjadi salah satu indikator ketahanan tersebut. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menerima tekanan pada akhir triwulan I 2025 akibat sentimen negatif perdagangan global.
Namun pasar pulih cepat seiring kebijakan adaptif OJK dan Bursa Efek Indonesia yang mencakup relaksasi buyback tanpa RUPS, penyesuaian batas trading halt, hingga penerapan asymmetric auto rejection. Setelah periode volatilitas itu, IHSG justru mencatat rekor tertinggi sepanjang 2025.
Di sisi intermediasi, pertumbuhan kredit perbankan dan pembiayaan bergerak moderat, terutama di segmen yang terdampak perlambatan sektor riil. Industri asuransi juga menunjukkan perlambatan, dengan premi asuransi jiwa tumbuh lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.
Meski demikian, Jimmy menilai ketahanan SJK tetap kuat berkat permodalan yang solid, kecukupan pencadangan yang memadai, dan profil risiko yang terjaga. “Ini menjadi modalitas untuk ekspansi kinerja sektor jasa keuangan yang lebih luas ke depan,” tegasnya.
Dia menambahkan, OJK akan terus memperkuat integritas dan tata kelola seluruh lembaga jasa keuangan. Selain itu, pendalaman pasar keuangan dan perluasan akses pembiayaan akan menjadi fokus untuk mendukung program prioritas pemerintah.
“Kami akan memastikan penerapan manajemen risiko dan tata kelola yang baik agar stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo