KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Sektor konstruksi semakin menegaskan perannya dalam struktur perekonomian Kalimantan Timur.
Dalam kurun 2020 hingga 2024, sektor ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah, seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur dan proyek strategis di berbagai wilayah.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, sejak 2020 struktur perekonomian Kaltim didominasi lima lapangan usaha utama.
"Yakni pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, konstruksi, pertanian kehutanan dan perikanan, serta perdagangan besar dan eceran. Di antara sektor tersebut, konstruksi memiliki peran penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi lintas sektor," sebut Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana.
Pada 2020, saat pandemi Covid-19 menekan hampir seluruh aktivitas ekonomi, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor konstruksi atas dasar harga konstan tercatat Rp35,60 triliun. Pada periode tersebut, laju pertumbuhan sektor konstruksi terkontraksi -0,87 persen.
Meski mengalami kontraksi, kontribusi sektor konstruksi terhadap PDRB Kaltim masih tergolong besar, yakni mencapai 9,59 persen. Kondisi itu menunjukkan sektor konstruksi tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi dan menjadi salah satu bantalan perekonomian daerah.
Memasuki periode pemulihan, kinerja sektor konstruksi terus menunjukkan tren positif. Nilai PDRB sektor itu meningkat secara konsisten hingga mencapai Rp52,47 triliun pada 2024. Kontribusinya terhadap PDRB Kaltim juga kembali meningkat menjadi 11,87 persen, meskipun laju pertumbuhannya melambat menjadi 13,60 persen.
Sektor konstruksi memiliki peran besar dalam pembentukan PDRB daerah. “Peningkatan nilai PDRB sektor konstruksi mencerminkan masih kuatnya aktivitas pembangunan infrastruktur yang mendorong perekonomian Kaltim,” ujarnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo