KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Sektor konstruksi Kalimantan Timur ditopang ribuan perusahaan yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Berdasarkan hasil Survei Perusahaan/Usaha Konstruksi Tahun 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terdapat 7.628 perusahaan konstruksi yang masuk dalam kerangka sampel.
Persebaran perusahaan konstruksi tersebut menunjukkan konsentrasi yang berbeda antarwilayah. Samarinda tercatat sebagai daerah dengan jumlah perusahaan konstruksi terbanyak, yakni 2.138 perusahaan, jauh melampaui wilayah lainnya di Kaltim.
Di bawah Samarinda, Balikpapan menempati posisi kedua dengan 1.322 perusahaan, disusul Kutai Timur sebanyak 1.207 perusahaan dan Kutai Kartanegara 1.204 perusahaan. Keempat wilayah itu menjadi episentrum aktivitas usaha konstruksi Bumi Etam.
"Sementara itu, terdapat lima kabupaten dengan jumlah perusahaan konstruksi di bawah 500 perusahaan, yaitu Paser, Kutai Barat, Berau, Penajam Paser Utara, dan Mahakam Ulu. Mahakam Ulu menjadi daerah dengan jumlah paling sedikit, hanya 12 perusahaan konstruksi," terang Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana.
Dia menjelaskan bahwa sebaran perusahaan konstruksi sangat dipengaruhi oleh intensitas pembangunan di suatu wilayah. “Wilayah dengan kegiatan pembangunan dan permintaan jasa konstruksi yang tinggi cenderung memiliki jumlah perusahaan lebih banyak,” katanya.
Menurut BPS, peta sebaran itu dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan sektor konstruksi di wilayah yang masih minim pelaku usaha. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo