KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pelaku industri dekorasi pernikahan mulai bersiap menghadapi perubahan selera pasar, khususnya dari generasi Z. Menatap 2026, konsep pernikahan diprediksi kembali ke gaya yang lebih sederhana, intim, namun tetap elegan.
Ketua Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia (Aspedi) DPW Kalimantan Timur Agus Triono menuturkan, generasi Z tidak lagi menjadikan venue besar atau hotel berbintang sebagai prioritas utama.
Mereka justru tertarik pada lokasi yang lebih personal seperti kafe modern, area outdoor, atau gedung dengan taman terbuka. “Sekarang trennya simple tapi elegan. Tidak harus di hotel besar, yang penting konsepnya dapat dan suasananya nyaman,” katanya.
Perubahan selera ini menuntut dekorator untuk terus memperbarui properti dan mengikuti perkembangan warna serta desain. Untuk 2026, warna-warna soft dan pastel seperti hijau dan putih diprediksi mendominasi, menggantikan warna bold yang sebelumnya populer.
“Tema outdoor dengan warna pastel akan lebih banyak diminati. Ini berbeda jauh dari tren warna maroon atau ungu yang dulu sering dipakai,” ujar Agus.
Menurutnya, dekorator tidak lagi bisa memaksakan konsep lama. Klien kini lebih aktif menentukan desain, sehingga pelaku usaha harus fleksibel dan kreatif agar tetap relevan di mata pasar. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo