KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Usaha sambal khas Kalimantan Timur berbahan bawang dayak yang dikembangkan PT Aqueena Indonesia Aljaya terus mencatat capaian signifikan di pasar nasional.
Hingga akhir 2025, produk itu telah dipasarkan secara offline di empat provinsi dan mencatat penjualan tertinggi di luar Pulau Kalimantan.
Owner PT Aqueena Indonesia Aljaya, Wiwit Andriyanti, mengatakan produknya kini tidak hanya beredar di kandang sendiri, tetapi juga telah masuk ke Jakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat.
“Sekarang produk saya sudah ada di Makassar, Palu, dan Mamuju. Alhamdulillah, penjualan paling besar justru di Makassar,” ujar Wiwit.
Dia menjelaskan, pasar Makassar menjadi yang paling potensial karena karakter konsumennya yang menyukai makanan pedas dan berbahan ikan. Dari 9 varian sambal, 4 varian sambal bawang dayak (original, baby cumi, cakalang, tuna) dipasarkan khusus di daerah tersebut.
“Makassar itu pecinta ikan dan pedas. Sambal ikan bawang dayak cocok di lidah mereka,” katanya.
Dalam satu bulan, pengiriman ke Makassar dapat mencapai sekitar 500 botol. Sistem penjualan dilakukan melalui satu distributor utama di setiap daerah, yang kemudian mendistribusikan ke reseller-reseller lokal. “Setiap kota besar saya hanya pakai satu distributor supaya mitra di daerah bisa berkembang,” jelas Wiwit.
Selain Sulawesi, produk sambal bawang dayak juga telah hampir tiga tahun dipasarkan di Jakarta di Sarinah. Proses masuk ke Sarinah dilakukan melalui kurasi berlapis oleh Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian (Diskumi) Samarinda dan pihak Sarinah. “Waktu itu diseleksi sekitar 65 UKM, yang lolos hanya sekitar 30,” ungkapnya.
Saat ini, pengiriman ke Jakarta dilakukan rutin setiap bulan dengan volume 100 hingga 150 botol, menyesuaikan permintaan pasar. Wiwit menyebut sambal ikan bawang dayak termasuk produk fast moving di gerai tersebut. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo