Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

UMKM dan Usaha Sampingan Jadi Tumpuan di Tengah Gejolak Ekonomi 2026

Ulil Mu'Awanah • Sabtu, 27 Desember 2025 | 15:11 WIB
TANTANGAN: Saat ini menjadi momentum bagi pekerja untuk mulai memiliki usaha sampingan atau side hustle.
TANTANGAN: Saat ini menjadi momentum bagi pekerja untuk mulai memiliki usaha sampingan atau side hustle.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Ekonomi ke depan tidak bisa dihadapi hanya dengan mengandalkan sektor formal dan lapangan kerja konvensional.

Di tengah dinamika pembangunan, kebijakan makroekonomi, serta transisi kepemimpinan nasional, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Balikpapan justru melihat peluang besar bagi penguatan pelaku UMKM dan kewirausahaan sebagai penopang utama ekonomi Balikpapan.

“Tantangan ekonomi itu pasti ada, mulai dari pembangunan kota sampai kebijakan makroekonomi. Tapi di tengah itu semua, kami di HIPMI justru sangat optimis karena masih banyak sektor ekonomi yang bisa kita dorong, salah satunya UMKM,” sebut Ketua HIPMI Balikpapan Adam Dustin Bhakti.

Menurutnya, meskipun gejolak ekonomi masih terasa, optimisme harus tetap dijaga. Dengan banyak sektor ekonomi yang masih bisa diangkat, terutama UMKM dan pengusaha pemula yang ingin bertumbuh.

HIPMI Balikpapan secara aktif mendorong pertumbuhan wirausaha baru, tidak hanya dari kalangan pengusaha, tetapi juga dari para karyawan. Adam menilai, kondisi saat ini justru menjadi momentum bagi pekerja untuk mulai memiliki usaha sampingan atau side hustle.

Kemudahan berbisnis secara digital menjadi salah satu faktor pendukung. Menurut Adam, platform online seperti marketplace dan media sosial membuka peluang luas bagi siapa pun untuk memulai usaha tanpa harus memiliki modal besar atau toko fisik.

“Sekarang bisa jualan lewat platform online, lewat marketplace, media sosial, dan instrumen digital lainnya. Jadi harusnya karyawan sekarang juga bisa belajar berwirausaha. Syukur-syukur nanti mereka bisa mandiri dan tidak lagi bergantung sebagai karyawan,” ucapnya.

HIPMI juga menilai penguatan UMKM dan ekonomi kreatif harus diarahkan untuk naik kelas, dari usaha kecil menuju pengusaha menengah. Dengan demikian, UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Adam menegaskan bahwa kunci menghadapi 2026 adalah inovasi dan keberanian melihat peluang baru. Menurutnya, pasar akan tetap bergerak selama pelaku usaha mau beradaptasi dan mencari celah di tengah tantangan.

“Kita harus inovatif dan optimistis. Tantangan pasti ada, tapi ekonomi akan tetap tumbuh kalau kita terus mencari peluang-peluang baru,” kata Adam. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#tantangan ekonomi #peluang #ekonomi #2026 #pelaku umkm