KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Penyaluran kredit perbankan di Kalimantan Timur masih didominasi sektor rumah tangga, baik ditinjau dari lokasi bank maupun lokasi proyek. Kondisi itu menunjukkan kuatnya peran pembiayaan konsumtif dalam struktur kredit daerah.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (OJK Kaltim-Kaltara) Parjiman menyampaikan, berdasarkan lokasi bank, mayoritas kredit disalurkan ke sektor rumah tangga dengan kontribusi 31,80 persen atau Rp35,0 triliun.
Selain rumah tangga, penyaluran kredit lokasi bank juga mengalir ke sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar Rp16,2 triliun, disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar Rp14,0 triliun. Sektor pertambangan dan penggalian menerima kredit Rp12,4 triliun, sementara sektor konstruksi sebesar Rp9,4 triliun.
Jika ditinjau berdasarkan lokasi proyek, sektor rumah tangga juga menjadi tujuan utama penyaluran kredit dengan nilai Rp37,6 triliun atau setara 19,54 persen dari total kredit lokasi proyek.
Setelah sektor rumah tangga, penyaluran kredit lokasi proyek terbesar mengalir ke sektor pertambangan dan penggalian Rp35,9 triliun, serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan Rp32,0 triliun.
Sektor industri pengolahan dan perdagangan besar dan eceran masing-masing mencatat penyaluran kredit Rp20,5 triliun dan Rp20,3 triliun, diikuti sektor pengangkutan dan pergudangan Rp12,9 triliun serta konstruksi Rp12,2 triliun.
Dia menegaskan, sektor keuangan di Kalimantan Timur tetap berperan dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah. “Sektor keuangan di masih berada dalam kondisi stabil dan terjaga,” ujarnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo