KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Di tengah tantangan ekonomi global, perekonomian Kalimantan Timur tetap menunjukkan kinerja yang solid sepanjang 2024, meski mengalami perlambatan tipis dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana menyampaikan, secara nasional pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 tercatat 5,03 persen, sedikit menurun dibandingkan capaian 2023 yakni 5,05 persen.
Perlambatan serupa juga terjadi di Kaltim. “Pada 2024, pertumbuhan ekonomi Kaltim tercatat 6,17 persen, sedikit menurun dibandingkan capaian tahun 2023 sebesar 6,22 persen,” ujar Yusniar.
Baca Juga: Warga Rajin Menabung? Penghimpunan DPK Perbankan Kaltim Tembus Rp161 Triliun
Meski demikian, sektor industri manufaktur tetap berperan penting dalam menopang struktur perekonomian daerah. Industri manufaktur menjadi kontributor terbesar kedua terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim, dengan tren kontribusi yang terus meningkat dalam dua tahun terakhir.
“Kontribusi PDRB pada 2022 yakni 15,04 persen kemudian meningkat menjadi 17,75 persen di tahun 2023. Peningkatan terjadi kembali di 2024 menjadi 18,26 persen,” jelasnya. Pada level usaha mikro dan kecil, kinerja industri manufaktur juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Sepanjang 2024, rata-rata pertumbuhan produksi industri mikro dan kecil (IMK) di Kaltim mencapai 7,85 persen, dengan indeks produksi IMK 300,53 (2010=100).
“Sepanjang tahun 2024, pertumbuhan produksi IMK relatif stabil dan mampu bertahan pada zona positif, kecuali pada Triwulan I/2024 ketika terjadi penurunan sebesar -1,74 persen,” kata Yusniar, seraya menambahkan bahwa produksi kembali pulih pada triwulan berikutnya meski laju pertumbuhan sedikit melambat di akhir tahun. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki