Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Inflasi Samarinda 2,16 Persen, Balikpapan Terendah di Kaltim

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 1 Januari 2026 | 14:48 WIB

ANDIL: Komoditas pangan jadi penyumbang utama peningkatan tekanan harga.
ANDIL: Komoditas pangan jadi penyumbang utama peningkatan tekanan harga.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Inflasi di Kalimantan Timur pada triwulan III 2025 cenderung menguat secara merata. Hampir seluruh kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kaltim mencatatkan laju inflasi yang lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, dengan pengecualian Balikpapan.

Disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Timur Budi Widihartanto, inflasi tertinggi pada triwulan III 2025 tercatat di Penajam Paser Utara dengan laju 2,83 persen (year-on-year/yoy), meningkat signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya 1,23 persen (yoy).

Sementara itu, inflasi di Samarinda tercatat 2,16 persen (yoy), disusul Berau 1,86 persen (yoy), dan Balikpapan 1,15 persen (yoy). “Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memegang andil inflasi tertinggi secara spasial di Kaltim dan mengalami tekanan inflasi di seluruh kabupaten/kota,” ujar Budi.

Baca Juga: Inflasi Kaltim Triwulan III 2025 Masih Tinggi, Jasa Pribadi Tembus 9,16 Persen

Sejumlah komoditas pangan seperti beras dan bawang merah menjadi penyumbang utama peningkatan tekanan harga. Kondisi itu dipicu oleh gangguan pasokan akibat telah selesainya masa panen serta tingginya curah hujan yang menghambat distribusi dari daerah sentra produksi.

Selain pangan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan andil cukup tinggi terhadap inflasi secara spasial. Kenaikan harga emas perhiasan yang terjadi di seluruh kabupaten/kota menjadi faktor utama, seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap emas sebagai alternatif simpanan di tengah ketidakpastian ekonomi nasional dan global.

Di sisi lain, kelompok transportasi justru mengalami deflasi di hampir seluruh kabupaten/kota di Kaltim. Laju deflasi yang cukup dalam terjadi di seluruh daerah kecuali Penajam Paser Utara, didorong oleh kebijakan diskon angkutan udara pada Juni–Juli serta penurunan harga BBM pada Agustus, yang menahan tekanan inflasi pada periode laporan. (*/riz)

 

RADEN RORO MIRA

Editor : Muhammad Rizki
#kaltim #indeks harga konsumen (ihk) #inflasi