KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Program pembiayaan daerah yang digerakkan TPAKD kabupaten/kota di Kalimantan Timur terus memperkuat perlindungan UMKM dari praktik rentenir melalui penyaluran kredit resmi dan terjangkau.
"Program Kredit Kukar Idaman (KKI) yang diinisiasi oleh TPAKD Kutai Kartanegara, mencatatkan realisasi plafon penyaluran senilai Rp38,50 miliar kepada 1.853 debitur dari sektor pertanian, perikanan, pengolahan, perdagangan, dan jasa," beber Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (OJK Kaltim-Kaltara) Parjiman.
Secara historis, penyaluran KKI meningkat tajam. Pada Desember 2021, realisasi masih Rp 0,31 miliar kepada 25 debitur. Tahun 2022 naik menjadi Rp 4,35 miliar dengan 279 debitur.
Pada Desember 2023 mencapai Rp 14,20 miliar dengan 813 debitur, lalu melonjak pada Desember 2024 menjadi Rp 32,25 miliar kepada 1.576 debitur. Hingga November 2025, penyaluran mencapai Rp 38,50 miliar kepada 1.853 debitur.
“Program serupa, Kredit Berusaha, Beruntung, Berkah (Bertuah), yang dikelola oleh TPAKD Samarinda, telah menyalurkan Rp12,71 miliar kepada 604 pelaku usaha produktif," sambungnya.
Penyaluran Kredit Bertuah juga menunjukkan tren naik, dari Rp 1,85 miliar kepada 89 debitur pada Desember 2021, menjadi Rp 3,65 miliar dengan 174 debitur pada 2022, Rp 6,74 miliar dengan 316 debitur pada 2023, dan Rp 11,91 miliar dengan 566 debitur pada 2024. Hingga September 2025, penyaluran mencapai Rp 12,71 miliar kepada 604 debitur.
Sementara itu, TPAKD Bontang menjalankan Kredit Bontang Kreatif. Sejak Kick Off pada 18 Juni 2025, program itu telah menyalurkan Rp 1,4 miliar kepada 105 pelaku usaha. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo