Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dari Pisang Terlalu Matang Jadi Sale Krispi, UMKM Balikpapan Ini Tembus Pasar Regional

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 4 Januari 2026 | 14:38 WIB
AKTIF: Evi (kedua kiri) cukup aktif dalam berbagai kegiatan. Termasuk misi dagang investasi. Coba meluaskan pasar produknya.
AKTIF: Evi (kedua kiri) cukup aktif dalam berbagai kegiatan. Termasuk misi dagang investasi. Coba meluaskan pasar produknya.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Berawal dari keprihatinan melihat pisang terlalu matang yang kerap terbuang, Evi Kurnia Sari justru menemukan produk unggulan yang kini menjadi penopang utama usahanya. Sale krispi berbahan pisang mauli menjadi produk andalan UMKM miliknya sejak 2023.

“Awalnya saya sering ikut pameran bawa produk teman-teman. Produk saya sendiri basah kayak pisang bolen, jadi susah dibawa. Dari situ terpikir bikin produk kering, tapi tetap dari pisang,” ujar Evi.

Menariknya, Evi mengaku tidak menyukai pisang. Namun berkat pengalaman membuat bolen dan pia pisang secara autodidak, dia berhasil mengolah pisang matang menjadi sale krispi yang diterima pasar dengan brand Maknyak Aravio.

Respons pasar ternyata positif. Sale krispi produksinya kini telah menembus jaringan toko oleh-oleh dan ritel modern di berbagai daerah. Produk Evi tercatat masuk ke jaringan Brownies Amanda di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat, serta tersedia di bandara dan koperasi perusahaan.

“Alhamdulillah, sekarang sale saya sudah masuk Balikpapan, Samarinda, Tanah Grogot, sampai luar provinsi,” katanya.

Dalam sekali produksi, Evi mampu menghasilkan hingga 250 kemasan ukuran 80 gram sale krispi. Produksi dilakukan dua kali sepekan, dan bisa ditingkatkan saat momen liburan atau lonjakan permintaan.

“Saya lihat dulu situasi pasar. Kalau ramai, saya percepat produksi. Kalau sepi, saya tahan. Saya lebih suka produk fresh, tidak menumpuk stok,” jelasnya.

Selain kemasan 80 gram dengan desain naik kelas, Evi juga melayani pesanan kiloan sesuai kebutuhan konsumen. Prinsipnya sederhana, fleksibel demi menjaga arus usaha tetap berjalan. “Yang penting sama-sama dapat cuan,” ucapnya sambil tertawa.

Meski sale krispi menjadi produk unggulan, Evi tetap mempertahankan produk musiman seperti bolen, kue kering, dan roti maryam untuk momen Lebaran dan Natal. Pesanan dilakukan sistem pre-order, baik melalui media sosial maupun pesan langsung.

Ke depan, Evi berharap usahanya tak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga memberi dampak sosial. “Saya ingin usaha ini jadi jalan pemberdayaan, bukan cuma buat saya,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Evi Kurnia Sari #produk #sale krispi #umkm